Barang Korban Ditemukan, Operasi SAR ATR 42-500 Persempit Area Pencarian
Najmi S Limonu
Selasa, 20 Januari 2026 - 08:47 WIB
Penemuan barang pribadi diduga milik korban ATR 42-500. Foto: Istimewa
Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar di wilayah Kabupaten Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan, terus berlanjut.
Hingga hari ketiga operasi, tim SAR gabungan menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban serta beberapa bagian pesawat di area pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, mengatakan temuan tersebut diperoleh dari hasil penyisiran intensif tim darat di jalur ekstrem antara puncak dan Pos 9 jalur pendakian.
"Tim SAR gabungan menemukan berbagai barang yang diduga milik korban, mulai dari dokumen pribadi, dompet, buku catatan, hingga barang elektronik," ujarnya.
Selain barang milik korban, tim SAR juga menemukan beberapa bagian pesawat, seperti pelampung dan fire signal, di sekitar bagian kepala pesawat.
Arif Anwar menjelaskan, seluruh barang dan bagian pesawat yang ditemukan telah diamankan, didata, serta ditandai titik koordinatnya sesuai prosedur. Temuan tersebut menjadi petunjuk penting untuk mempersempit area pencarian dan menentukan langkah lanjutan dalam proses evakuasi.
"Medan di lokasi kejadian sangat curam dan berisiko tinggi. Proses pencarian dilakukan dengan teknik khusus, termasuk repling dan pembukaan jalur, sehingga membutuhkan waktu, ketelitian, dan koordinasi yang kuat antarunsur," tambahnya.
Hingga hari ketiga operasi, tim SAR gabungan menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban serta beberapa bagian pesawat di area pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, mengatakan temuan tersebut diperoleh dari hasil penyisiran intensif tim darat di jalur ekstrem antara puncak dan Pos 9 jalur pendakian.
"Tim SAR gabungan menemukan berbagai barang yang diduga milik korban, mulai dari dokumen pribadi, dompet, buku catatan, hingga barang elektronik," ujarnya.
Selain barang milik korban, tim SAR juga menemukan beberapa bagian pesawat, seperti pelampung dan fire signal, di sekitar bagian kepala pesawat.
Arif Anwar menjelaskan, seluruh barang dan bagian pesawat yang ditemukan telah diamankan, didata, serta ditandai titik koordinatnya sesuai prosedur. Temuan tersebut menjadi petunjuk penting untuk mempersempit area pencarian dan menentukan langkah lanjutan dalam proses evakuasi.
"Medan di lokasi kejadian sangat curam dan berisiko tinggi. Proses pencarian dilakukan dengan teknik khusus, termasuk repling dan pembukaan jalur, sehingga membutuhkan waktu, ketelitian, dan koordinasi yang kuat antarunsur," tambahnya.