Tim SAR Gabungan Temukan Black Box Pesawat ATR 42-500
Najmi S Limonu
Rabu, 21 Januari 2026 - 19:06 WIB
Tim SAR menemukan black box ATR 42-500 siang tadi. Foto: Istimewa
Tim SAR gabungan berhasil menemukan black box pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan di wilayah Pegunungan Bulusaraung. Perangkat yang ditemukan terdiri atas Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR).
Black box tersebut ditemukan pada Rabu siang (21/1/2026) sekitar pukul 11.00 Wita saat tim SAR melakukan penyisiran lanjutan di sekitar badan pesawat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, mengatakan penemuan black box merupakan bagian penting dalam penanganan kecelakaan pesawat.
“Black box yang ditemukan terdiri dari Flight Data Recorder dan Cockpit Voice Recorder. Keduanya ditemukan di sekitar badan pesawat oleh tim SAR gabungan saat melakukan penyisiran lanjutan di sektor pencarian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Flight Data Recorder (FDR) berfungsi merekam berbagai parameter penerbangan, seperti ketinggian, kecepatan, arah, posisi pesawat, hingga kinerja mesin.
Data tersebut menjadi elemen penting dalam membantu pihak berwenang merekonstruksi kronologi penerbangan sebelum kecelakaan terjadi.
Sementara itu, Cockpit Voice Recorder (CVR) merekam percakapan di dalam kokpit, termasuk komunikasi antar awak pesawat serta suara penting lainnya selama penerbangan.
Black box tersebut ditemukan pada Rabu siang (21/1/2026) sekitar pukul 11.00 Wita saat tim SAR melakukan penyisiran lanjutan di sekitar badan pesawat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, mengatakan penemuan black box merupakan bagian penting dalam penanganan kecelakaan pesawat.
“Black box yang ditemukan terdiri dari Flight Data Recorder dan Cockpit Voice Recorder. Keduanya ditemukan di sekitar badan pesawat oleh tim SAR gabungan saat melakukan penyisiran lanjutan di sektor pencarian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Flight Data Recorder (FDR) berfungsi merekam berbagai parameter penerbangan, seperti ketinggian, kecepatan, arah, posisi pesawat, hingga kinerja mesin.
Data tersebut menjadi elemen penting dalam membantu pihak berwenang merekonstruksi kronologi penerbangan sebelum kecelakaan terjadi.
Sementara itu, Cockpit Voice Recorder (CVR) merekam percakapan di dalam kokpit, termasuk komunikasi antar awak pesawat serta suara penting lainnya selama penerbangan.