GrabKios Jadi Tumpuan Baru Keluarga Almarhum Dandi di Gowa
Tim SINDOmakassar
Kamis, 22 Januari 2026 - 19:44 WIB
Suasana GrabKios yang dikelola keluarga almarhum Dandi di Kabupaten Gowa. GrabKios menjadi tumpuan sekaligus harapan baru mereka untuk bangkit setelah insiden yang merenggut nyawa Dandi. Foto/IST
Di sudut Perumahan Grand Sulawesi, Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, sebuah kios mungil berwarna hijau tampak nyaris tak pernah sepi. Warga datang silih berganti untuk membeli pulsa, mengisi token listrik, hingga melakukan top up dompet digital. Outlet GrabKios itu kini menjadi denyut ekonomi baru bagi sebuah keluarga yang sempat terpuruk oleh duka.
Di balik etalase kaca yang tertata rapi, Saerah, perempuan berusia akhir 50 tahun, menyambut setiap pelanggan dengan senyum hangat. Ia adalah ibu dari Rusdamdiansyah, yang akrab disapa Dandi, mitra pengemudi Grab yang meninggal dunia saat demonstrasi berujung kerusuhan pada 29 Agustus 2025.
Sehari-hari, Saerah mengelola kios bersama Putri, adik almarhum Dandi, serta suaminya, Reza. Keduanya sigap membantu melayani transaksi, sementara mesin pencetak struk terus berbunyi nyaring menandai aktivitas kios yang tak pernah benar-benar berhenti.
Kios tersebut bukan sekadar tempat usaha.menjadi wujud dari janji yang ditepati. Pasca-kepergian Dandi, Grab Indonesia tidak berhenti pada pemberian santunan duka, melainkan menghadirkan solusi ekonomi berkelanjutan agar keluarga yang ditinggalkan tetap memiliki pijakan untuk melanjutkan hidup.
Sejak Desember 2025, GrabKios akhirnya terwujud di rumah mungil keluarga Dandi. Kehadirannya merupakan realisasi janji Group CEO & Co-Founder Grab, Anthony Tan, yang disampaikan saat menyampaikan belasungkawa langsung ke rumah duka pada September 2025.
Seiring waktu, GrabKios yang dikelola Saerah dan Reza berkembang menjadi pusat layanan digital bagi warga Perumahan Grand Sulawesi dan sekitarnya. Beragam kebutuhan transaksi kini dapat dipenuhi tanpa harus keluar kawasan.
“Yang paling sering dicari itu topup dompet digital,” kata Saerah sambil memperlihatkan aplikasi GrabKios di ponsel operasionalnya. Selain pengisian saldo dompet digital, kios tersebut juga melayani pembelian pulsa, paket data internet, serta pembayaran token listrik prabayar.
Di balik etalase kaca yang tertata rapi, Saerah, perempuan berusia akhir 50 tahun, menyambut setiap pelanggan dengan senyum hangat. Ia adalah ibu dari Rusdamdiansyah, yang akrab disapa Dandi, mitra pengemudi Grab yang meninggal dunia saat demonstrasi berujung kerusuhan pada 29 Agustus 2025.
Sehari-hari, Saerah mengelola kios bersama Putri, adik almarhum Dandi, serta suaminya, Reza. Keduanya sigap membantu melayani transaksi, sementara mesin pencetak struk terus berbunyi nyaring menandai aktivitas kios yang tak pernah benar-benar berhenti.
Kios tersebut bukan sekadar tempat usaha.menjadi wujud dari janji yang ditepati. Pasca-kepergian Dandi, Grab Indonesia tidak berhenti pada pemberian santunan duka, melainkan menghadirkan solusi ekonomi berkelanjutan agar keluarga yang ditinggalkan tetap memiliki pijakan untuk melanjutkan hidup.
Sejak Desember 2025, GrabKios akhirnya terwujud di rumah mungil keluarga Dandi. Kehadirannya merupakan realisasi janji Group CEO & Co-Founder Grab, Anthony Tan, yang disampaikan saat menyampaikan belasungkawa langsung ke rumah duka pada September 2025.
Seiring waktu, GrabKios yang dikelola Saerah dan Reza berkembang menjadi pusat layanan digital bagi warga Perumahan Grand Sulawesi dan sekitarnya. Beragam kebutuhan transaksi kini dapat dipenuhi tanpa harus keluar kawasan.
“Yang paling sering dicari itu topup dompet digital,” kata Saerah sambil memperlihatkan aplikasi GrabKios di ponsel operasionalnya. Selain pengisian saldo dompet digital, kios tersebut juga melayani pembelian pulsa, paket data internet, serta pembayaran token listrik prabayar.