home news

Korban Ketiga ATR 42-500 Teridentifikasi, Pramugari Esther Aprilita

Jum'at, 23 Januari 2026 - 16:34 WIB
Proses evakuasi korban pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung. Foto: Dok Basarnas
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan berhasil mengidentifikasi korban ketiga kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang ditemukan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. Identifikasi diumumkan pada Jumat (23/1/2026).

Korban diketahui berjenis kelamin perempuan atas nama Esther Aprilita (26), yang merupakan salah satu pramugari pesawat ATR 42-500.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sulsel, Muhammad Haris, menjelaskan proses identifikasi dilakukan menggunakan sejumlah metode forensik yang saling menguatkan.

“Kantong jenazah dengan nomor PM 62B .04 teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, properti, serta ciri medis yang cocok dengan data antemortem nomor 002 atas nama Esther Aprilita. Usia 26 tahun, jenis kelamin perempuan, alamat Perum Bukit Rancamaya, Bogor, Jawa Barat,” katanya dalam konferensi pers di Biddokkes Polda Sulsel, Makassar 23/1/2026).

Sebelumnya, tim DVI telah mengidentifikasi dua korban lainnya. Korban pertama diketahui sebagai pramugari Florencia Lolita Wibisono. Korban kedua teridentifikasi sebagai pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bernama Deden Maulana.

Hingga hari ketujuh operasi pencarian dan evakuasi, total 11 kantong jenazah telah diserahkan kepada tim DVI untuk menjalani proses identifikasi lanjutan.
(man)
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya