Dosen UIN Alauddin Raih Gelar Doktor di Belanda dalam Bidang Fisika Bangunan
Luqman Zainuddin
Rabu, 28 Januari 2026 - 12:55 WIB
Mutmainnah (lima dari kiri) bersama tim penguji sesaat setelah menjalani sidang doktor. Foto: Istimewa
Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Mutmainnah, berhasil meraih gelar Doktor (PhD) dari Eindhoven University of Technology (TU/e), Belanda, pada bidang Building Physics atau Fisika Bangunan, Department of the Built Environment, Selasa 6 Januari 2026.
Dosen Program Studi Arsitektur tersebut dinyatakan lulus setelah mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka promosi doktor (PhD Defense) yang dipimpin Prof. dr. ir. M.C.J. Hornikx.
Sidang doktor ini melibatkan tim penguji internasional dari berbagai negara, diantaranya Prof. dr. ir. P.J.V. van Wesemael dan Prof. dr. ir. J.L.M. Hensen dari TU/e Belanda, Prof. dr. W. Liu dari Tianjin University, China, serta Prof. dr. ir. L. Georges dari Norwegian University of Science and Technology, Norwegia. Penelitian ini dibimbing oleh Prof. dr. ir. Twan van Hooff sebagai promotor dengan Dr. ir. Stefanie Gillmeier sebagai ko-promotor.
Dalam disertasinya yang berjudul “Ceiling and Attic Ventilation to Improve the Indoor Thermal Environment of Residential Buildings in Hot-Humid Climates”, Mutmainnah mengkaji strategi peningkatan kenyamanan termal hunian di wilayah beriklim tropis lembab melalui pendekatan ventilasi pasif.
Mutmainnah menjelaskan bahwa penelitian tersebut berangkat dari realitas kehidupan manusia modern yang sebagian besar berlangsung di dalam ruangan.
“Sekitar 90 persen aktivitas manusia terjadi di dalam ruangan, sehingga kenyamanan termal sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup,” ujarnya.
Perempuan asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) ini menambahkan, di negara beriklim tropis lembap seperti Indonesia, ketergantungan pada pendingin udara berdampak langsung pada tingginya konsumsi energi rumah tangga. Di sisi lain, tidak semua masyarakat memiliki akses terhadap penggunaan AC.
Dosen Program Studi Arsitektur tersebut dinyatakan lulus setelah mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka promosi doktor (PhD Defense) yang dipimpin Prof. dr. ir. M.C.J. Hornikx.
Sidang doktor ini melibatkan tim penguji internasional dari berbagai negara, diantaranya Prof. dr. ir. P.J.V. van Wesemael dan Prof. dr. ir. J.L.M. Hensen dari TU/e Belanda, Prof. dr. W. Liu dari Tianjin University, China, serta Prof. dr. ir. L. Georges dari Norwegian University of Science and Technology, Norwegia. Penelitian ini dibimbing oleh Prof. dr. ir. Twan van Hooff sebagai promotor dengan Dr. ir. Stefanie Gillmeier sebagai ko-promotor.
Dalam disertasinya yang berjudul “Ceiling and Attic Ventilation to Improve the Indoor Thermal Environment of Residential Buildings in Hot-Humid Climates”, Mutmainnah mengkaji strategi peningkatan kenyamanan termal hunian di wilayah beriklim tropis lembab melalui pendekatan ventilasi pasif.
Mutmainnah menjelaskan bahwa penelitian tersebut berangkat dari realitas kehidupan manusia modern yang sebagian besar berlangsung di dalam ruangan.
“Sekitar 90 persen aktivitas manusia terjadi di dalam ruangan, sehingga kenyamanan termal sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup,” ujarnya.
Perempuan asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) ini menambahkan, di negara beriklim tropis lembap seperti Indonesia, ketergantungan pada pendingin udara berdampak langsung pada tingginya konsumsi energi rumah tangga. Di sisi lain, tidak semua masyarakat memiliki akses terhadap penggunaan AC.