home news

Opini

Membaca Hijrah Politik Rusdi Masse

Jum'at, 30 Januari 2026 - 10:15 WIB
RMS salam komando dengan Ketum DPP PSI, Kaesang usai resmi bergabung dengan PSI. Foto: Muhaimin
Oleh: Mustamin Raga

(Pengamat Sosial-Politik)

Dalam politik, perpindahan partai bukanlah peristiwa langka. Ia telah menjadi semacam ritual rutin demokrasi elektoral, yakni pada saat menjelang pemilu, setelah pemilu, bahkan di tengah masa jabatan.

Namun ada perpindahan yang hanya bersifat administratif, dan ada pula yang mengguncang kesadaran publik. Hijrahnya Rusdi Masse atau populer dipanggil RMS dari Partai NasDem ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) jelas berada pada kategori kedua.

Ia bukan semata pindah rumah. Ia meninggalkan istana yang telah ia bangun sendiri, menuju rumah yang bahkan fondasinya masih diperdebatkan.

RMS tidak pindah dari posisi marginal. Ia adalah Ketua DPW NasDem Sulawesi Selatan, anggota DPR RI, dan figur sentral dalam keberhasilan NasDem menaklukkan sebuah wilayah yang selama puluhan tahun dikenal sebagai benteng kokoh Partai Golkar. Sulawesi Selatan bukan provinsi biasa. Sulsel adalah simbol.

Siapa menguasai Sulsel, menguasai salah satu jantung politik Indonesia Timur. Dan RMS berhasil menanam bendera NasDem di jantung itu.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya