PT Vale Dorong Jurnalisme Profesional Lewat Uji Kompetensi Wartawan
Tri Yari Kurniawan
Rabu, 04 Februari 2026 - 15:57 WIB
Peserta UKW yang dilaksanakan PWI Morowali bekerja sama dengan PT Vale berfoto bersama dengan pemateri dan manajemen PT Vale. Foto: Istimewa
PT Vale Indonesia Tbk menegaskan komitmennya terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan keterbukaan informasi publik melalui partisipasi dalam Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Morowali, di Aula Hotel Metro, Bungku Tengah, kemarin.
Kehadiran PT Vale dalam UKW ini menempatkan isu keberlanjutan tambang tidak hanya sebagai persoalan teknis operasional, tetapi juga sebagai bagian dari kualitas informasi yang diterima publik. Di tengah sorotan terhadap industri nikel di Morowali, perusahaan memandang media yang kompeten dan beretika sebagai elemen penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.
Dalam agenda tersebut, PT Vale memaparkan berbagai inisiatif Environmental, Social, and Governance (ESG) yang dijalankan di wilayah Morowali. Materi meliputi pengelolaan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta tata kelola perusahaan yang transparan dan beretika. Paparan ini menjadi referensi bagi peserta UKW yang akan berlangsung pada 4 Februari 2026, terutama dalam mengolah informasi secara kritis dan berimbang sesuai kaidah jurnalistik.
Investasi Sosial
Strategic Partnership for Community Development Officer PT Vale IGP Morowali, Fajrul Hidayat, menyampaikan bahwa sejak 2015 hingga Kuartal IV 2025, perusahaan telah merealisasikan investasi sosial sekitar Rp70 miliar di 17 desa di Kecamatan Bungku Timur dan Bahodopi.
“Program sosial PT Vale dirancang dan dijalankan secara terarah serta kolaboratif, berbasis social baseline study yang telah kami lakukan, agar manfaat kehadiran perusahaan dapat dirasakan secara inklusif dan berkelanjutan oleh masyarakat,” ujarnya.
Di sektor lingkungan, PT Vale memperkuat pengelolaan air limpasan tambang, pemantauan kualitas air dan udara, pengelolaan limbah, serta reklamasi dan revegetasi pascatambang. Seluruh proses dijalankan dengan standar pengendalian yang ketat.
Kehadiran PT Vale dalam UKW ini menempatkan isu keberlanjutan tambang tidak hanya sebagai persoalan teknis operasional, tetapi juga sebagai bagian dari kualitas informasi yang diterima publik. Di tengah sorotan terhadap industri nikel di Morowali, perusahaan memandang media yang kompeten dan beretika sebagai elemen penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.
Dalam agenda tersebut, PT Vale memaparkan berbagai inisiatif Environmental, Social, and Governance (ESG) yang dijalankan di wilayah Morowali. Materi meliputi pengelolaan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta tata kelola perusahaan yang transparan dan beretika. Paparan ini menjadi referensi bagi peserta UKW yang akan berlangsung pada 4 Februari 2026, terutama dalam mengolah informasi secara kritis dan berimbang sesuai kaidah jurnalistik.
Investasi Sosial
Strategic Partnership for Community Development Officer PT Vale IGP Morowali, Fajrul Hidayat, menyampaikan bahwa sejak 2015 hingga Kuartal IV 2025, perusahaan telah merealisasikan investasi sosial sekitar Rp70 miliar di 17 desa di Kecamatan Bungku Timur dan Bahodopi.
“Program sosial PT Vale dirancang dan dijalankan secara terarah serta kolaboratif, berbasis social baseline study yang telah kami lakukan, agar manfaat kehadiran perusahaan dapat dirasakan secara inklusif dan berkelanjutan oleh masyarakat,” ujarnya.
Di sektor lingkungan, PT Vale memperkuat pengelolaan air limpasan tambang, pemantauan kualitas air dan udara, pengelolaan limbah, serta reklamasi dan revegetasi pascatambang. Seluruh proses dijalankan dengan standar pengendalian yang ketat.