Stok Melimpah, Bulog Sebut Sulsel Pilar Ketahanan Pangan Nasional
Najmi S Limonu
Jum'at, 06 Februari 2026 - 19:43 WIB
Menko Pangan, Zulkifli Hasan, Bupati Maros AS Chaidir Syam, Forkopimda Maros, jajaran Bulog dan pihak terkait foto bersama usai panen raya, Jumat (6/2/2026). Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
Direktur Utama Perum BULOG, Mayjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, mengapresiasi kinerja Kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) yang dinilai menunjukkan performa terbaik secara nasional.
Penilaian tersebut disampaikan dalam sambutannya saat kegiatan di Maros. Ia menyebut capaian stok pangan di wilayah Sulselbar telah mencapai sekitar 500 ribu ton. Angka ini menempatkan Sulawesi Selatan sebagai salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional dengan kontribusi hampir seperenam dari total stok nasional.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Rizal Ramdhani juga menyoroti fenomena alih fungsi lahan yang terjadi secara masif di Pulau Jawa. Menurutnya, pesatnya pembangunan kawasan industri dan perumahan menyebabkan lahan pertanian semakin berkurang.
"Kondisi di Jawa saat ini lahannya sudah banyak terpakai untuk pembangunan pabrik dan perumahan. Oleh karena itu, kami kini berpangku tangan dan menaruh harapan besar ke Sulawesi Selatan yang wilayahnya masih sangat luas dan asri untuk bertani," ujar Ahmad Rizal dalam sambutannya.
Ia menambahkan, produktivitas pangan di Sulawesi Selatan tahun ini diperkirakan meningkat seiring penyaluran berbagai skema bantuan kepada petani yang lebih intensif. Dukungan sarana dan prasarana diharapkan mampu menjaga bahkan meningkatkan hasil produksi.
"Sulsel adalah lumbung pangan nasional. Kita harus dukung dan maksimalkan produknya. Dengan bantuan yang mengalir lebih banyak tahun ini, kami optimis hasil panen petani akan luar biasa," tambahnya.
Penilaian tersebut disampaikan dalam sambutannya saat kegiatan di Maros. Ia menyebut capaian stok pangan di wilayah Sulselbar telah mencapai sekitar 500 ribu ton. Angka ini menempatkan Sulawesi Selatan sebagai salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional dengan kontribusi hampir seperenam dari total stok nasional.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Rizal Ramdhani juga menyoroti fenomena alih fungsi lahan yang terjadi secara masif di Pulau Jawa. Menurutnya, pesatnya pembangunan kawasan industri dan perumahan menyebabkan lahan pertanian semakin berkurang.
"Kondisi di Jawa saat ini lahannya sudah banyak terpakai untuk pembangunan pabrik dan perumahan. Oleh karena itu, kami kini berpangku tangan dan menaruh harapan besar ke Sulawesi Selatan yang wilayahnya masih sangat luas dan asri untuk bertani," ujar Ahmad Rizal dalam sambutannya.
Ia menambahkan, produktivitas pangan di Sulawesi Selatan tahun ini diperkirakan meningkat seiring penyaluran berbagai skema bantuan kepada petani yang lebih intensif. Dukungan sarana dan prasarana diharapkan mampu menjaga bahkan meningkatkan hasil produksi.
"Sulsel adalah lumbung pangan nasional. Kita harus dukung dan maksimalkan produknya. Dengan bantuan yang mengalir lebih banyak tahun ini, kami optimis hasil panen petani akan luar biasa," tambahnya.
(man)