JEC ORBITA Makassar Sambut HUT ke-25 dengan Operasi Mata Juling Gratis
Luqman Zainuddin
Kamis, 12 Februari 2026 - 17:04 WIB
Dokter spesialis mata JEC ORBITA Makassar dr. Sultan Hasanuddin, Sp.M dan dr. Vita Rahayu, Sp.M. Foto: SINDO Makassar/Luqman Zainuddin
Gangguan mata juling atau strabismus tidak hanya berdampak pada fungsi penglihatan. Banyak penderita menghadapi tekanan psikologis akibat stigma sosial, rasa kurang percaya diri, hingga hambatan dalam berinteraksi.
Berangkat dari kondisi tersebut, RS Mata JEC ORBITA Makassar untuk pertama kalinya menggelar bakti sosial operasi strabismus gratis. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 JEC ORBITA. Tahun ini, lima pasien ditargetkan menerima tindakan operasi korektif tanpa dipungut biaya.
“Strabismus bukan hanya berdampak pada penglihatan, tetapi juga kepercayaan diri pasien akibat stigma yang masih ada di masyarakat. Padahal kondisi ini dapat ditangani, dan operasi korektif terbukti mampu meningkatkan fungsi visual sekaligus kualitas hidup. Dengan penanganan yang tepat, kami berharap pasien dapat kembali melihat dengan baik dan menjalani aktivitas dengan lebih percaya diri,” ujar dr. Vita Rahayu, Sp.M, Dokter Subspesialis Strabismus JEC ORBITA Makassar saat sesi press conference, Kamis (12/2/2026).
Secara medis, strabismus terjadi ketika kedua mata tidak bergerak selaras akibat gangguan koordinasi antara otak, otot, dan saraf yang menggerakkan bola mata. Kondisi ini dapat menimbulkan penglihatan ganda serta gangguan penglihatan binokular, dan dalam banyak kasus turut memengaruhi kualitas hidup penderitanya.
Secara global, diperkirakan hampir 148 juta orang hidup dengan kondisi tersebut. Sejumlah penelitian menunjukkan penderita strabismus memiliki risiko lebih tinggi mengalami kecemasan sosial, terutama karena kesulitan mempertahankan kontak mata saat berkomunikasi. Operasi korektif menjadi salah satu solusi yang terbukti memberikan perubahan signifikan.
Menurut dr Vita masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa mata juling dapat diperbaiki melalui tindakan medis.
“Belum banyak yang tahu ada operasi. Ini bukan hanya penyakit bawaan yang tidak bisa diperbaiki, ini bisa diperbaiki loh. Banyak masyarakat takut dilakukan tindakan, padahal ini aman, penglihatan sama, baik setelah maupun sebelum," ucapnya.
Berangkat dari kondisi tersebut, RS Mata JEC ORBITA Makassar untuk pertama kalinya menggelar bakti sosial operasi strabismus gratis. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 JEC ORBITA. Tahun ini, lima pasien ditargetkan menerima tindakan operasi korektif tanpa dipungut biaya.
“Strabismus bukan hanya berdampak pada penglihatan, tetapi juga kepercayaan diri pasien akibat stigma yang masih ada di masyarakat. Padahal kondisi ini dapat ditangani, dan operasi korektif terbukti mampu meningkatkan fungsi visual sekaligus kualitas hidup. Dengan penanganan yang tepat, kami berharap pasien dapat kembali melihat dengan baik dan menjalani aktivitas dengan lebih percaya diri,” ujar dr. Vita Rahayu, Sp.M, Dokter Subspesialis Strabismus JEC ORBITA Makassar saat sesi press conference, Kamis (12/2/2026).
Secara medis, strabismus terjadi ketika kedua mata tidak bergerak selaras akibat gangguan koordinasi antara otak, otot, dan saraf yang menggerakkan bola mata. Kondisi ini dapat menimbulkan penglihatan ganda serta gangguan penglihatan binokular, dan dalam banyak kasus turut memengaruhi kualitas hidup penderitanya.
Secara global, diperkirakan hampir 148 juta orang hidup dengan kondisi tersebut. Sejumlah penelitian menunjukkan penderita strabismus memiliki risiko lebih tinggi mengalami kecemasan sosial, terutama karena kesulitan mempertahankan kontak mata saat berkomunikasi. Operasi korektif menjadi salah satu solusi yang terbukti memberikan perubahan signifikan.
Menurut dr Vita masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa mata juling dapat diperbaiki melalui tindakan medis.
“Belum banyak yang tahu ada operasi. Ini bukan hanya penyakit bawaan yang tidak bisa diperbaiki, ini bisa diperbaiki loh. Banyak masyarakat takut dilakukan tindakan, padahal ini aman, penglihatan sama, baik setelah maupun sebelum," ucapnya.