Dorong Literasi Generasi Muda, PT Vale Edukasi Siswa Kelola Sampah Secara Bijak
Tim SINDOmakassar
Jum'at, 13 Februari 2026 - 11:09 WIB
PT Vale Indonesia Tbk melaksanakan program “Vale Goes to School” pada 10–11 Februari 2026 di SMPN 2 Bahodopi dan SMPN 3 Bungku Timur.
Pengelolaan sampah menjadi isu mendesak di Morowali seiring pertumbuhan penduduk dan meningkatnya aktivitas industri. Edukasi sejak dini pun penting karena sekolah memiliki peran besar dalam membentuk perilaku generasi muda.
Untuk mendukung hal tersebut sekaligus memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) yang merupakan anggota holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) melaksanakan program “Vale Goes to School” pada 10–11 Februari 2026 di SMPN 2 Bahodopi dan SMPN 3 Bungku Timur sebagai bagian dari komitmen perusahaan pada pendidikan lingkungan yang berkelanjutan di Morowali.
Dalam sesi edukasi, para siswa diberikan pemahaman dasar mengenai konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (3R), jenis-jenis sampah, serta dampak jangka panjang jika sampah tidak dikelola dengan baik. Materi ini disampaikan dengan pendekatan visual, demonstratif, dan percakapan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa.
Materi yang dibawakan menekankan pengelolaan sampah bukan hanya sekadar membuang pada tempatnya, tetapi melibatkan proses pemilahan, pengolahan, hingga bagaimana setiap individu dapat berperan dalam mengurangi sampah yang dihasilkan. Serta dampak buruk yang ditimbulkan dari sampah bagi lingkungan dan makhluk hidup.
Mengenal Pengelolaan Sampah Lebih Dekat: Kunjungan Inspiratif ke TPS3R
Salah satu bagian paling berkesan bagi siswa adalah kunjungan ke TPS3R Onepute Jaya, fasilitas pengolahan sampah yang dibangun oleh PT Vale Indonesia dan dikelola oleh LPM Valone Jaya. Di fasilitas ini, siswa dapat menyaksikan langsung bagaimana konsep 3R diterapkan dalam pengelolaan sampah sehari-hari.
Para siswa diperlihatkan proses pemilahan antara sampah organik, anorganik, dan residu. Mereka juga menyaksikan bagaimana sampah organik diolah menjadi kompos yang digunakan untuk pengayaan tanah. Sementara sampah anorganik yang masih bernilai jual seperti plastik, kertas, dan logam dikumpulkan untuk dijual kembali.
Untuk mendukung hal tersebut sekaligus memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) yang merupakan anggota holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) melaksanakan program “Vale Goes to School” pada 10–11 Februari 2026 di SMPN 2 Bahodopi dan SMPN 3 Bungku Timur sebagai bagian dari komitmen perusahaan pada pendidikan lingkungan yang berkelanjutan di Morowali.
Dalam sesi edukasi, para siswa diberikan pemahaman dasar mengenai konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (3R), jenis-jenis sampah, serta dampak jangka panjang jika sampah tidak dikelola dengan baik. Materi ini disampaikan dengan pendekatan visual, demonstratif, dan percakapan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa.
Materi yang dibawakan menekankan pengelolaan sampah bukan hanya sekadar membuang pada tempatnya, tetapi melibatkan proses pemilahan, pengolahan, hingga bagaimana setiap individu dapat berperan dalam mengurangi sampah yang dihasilkan. Serta dampak buruk yang ditimbulkan dari sampah bagi lingkungan dan makhluk hidup.
Mengenal Pengelolaan Sampah Lebih Dekat: Kunjungan Inspiratif ke TPS3R
Salah satu bagian paling berkesan bagi siswa adalah kunjungan ke TPS3R Onepute Jaya, fasilitas pengolahan sampah yang dibangun oleh PT Vale Indonesia dan dikelola oleh LPM Valone Jaya. Di fasilitas ini, siswa dapat menyaksikan langsung bagaimana konsep 3R diterapkan dalam pengelolaan sampah sehari-hari.
Para siswa diperlihatkan proses pemilahan antara sampah organik, anorganik, dan residu. Mereka juga menyaksikan bagaimana sampah organik diolah menjadi kompos yang digunakan untuk pengayaan tanah. Sementara sampah anorganik yang masih bernilai jual seperti plastik, kertas, dan logam dikumpulkan untuk dijual kembali.