RS Ibnu Sina YW-UMI Tetapkan Business Plan 2026–2028, Perkuat Layanan Islami Berstandar Internasional
Tim SINDOmakassar
Minggu, 15 Februari 2026 - 21:46 WIB
RS Ibnu Sina YW-UMI Makassar menggelar Rapat Kerja yang dirangkaikan dengan pemaparan Business Plan Tahun 2026–2028. Foto/Istimewa
RS Ibnu Sina YW-UMI Makassar menggelar Rapat Kerja yang dirangkaikan dengan pemaparan Business Plan Tahun 2026–2028 sebagai langkah strategis memperkuat arah pengembangan rumah sakit menuju institusi pelayanan kesehatan bertaraf internasional berbasis nilai-nilai Islam.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi serta komitmen seluruh jajaran manajemen dan tenaga kesehatan dalam menghadapi tantangan dunia kesehatan yang semakin dinamis dan kompetitif.
Direktur Utama, Armanto Makmum, memaparkan secara komprehensif rencana strategis tiga tahun ke depan. Fokus utama meliputi peningkatan mutu layanan klinis, penguatan keselamatan pasien (patient safety), transformasi digital rumah sakit, pengembangan layanan unggulan, serta tata kelola yang profesional dan berintegritas.
“Business Plan 2026–2028 ini adalah komitmen bersama untuk membawa RS Ibnu Sina semakin unggul dan kompetitif. Namun yang paling utama, kita tetap menjadikan nilai-nilai Islam sebagai fondasi dalam setiap pelayanan kepada pasien,” tegas dia.
Ketua Yayasan Wakaf UMI Makassar, Prof Masrurah Mokhtar, turut menyampaikan materi bertema 'Peran Etika Komunikasi Layanan di Rumah Sakit Menurut Perspektif Islam'. Ia menegaskan bahwa komunikasi yang santun, empatik, dan penuh tanggung jawab merupakan cerminan akhlak Islami dalam pelayanan kesehatan.
“Etika komunikasi bukan sekadar standar pelayanan, tetapi bagian dari ibadah dan amanah yang harus dijaga oleh setiap tenaga kesehatan,” ungkapnya.
Rektor Universitas Muslim Indonesia, Prof Hambali Thalib, membawakan materi bertajuk 'Peran Etika dan Hukum Kesehatan dalam Pelayanan Rumah Sakit'.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi serta komitmen seluruh jajaran manajemen dan tenaga kesehatan dalam menghadapi tantangan dunia kesehatan yang semakin dinamis dan kompetitif.
Direktur Utama, Armanto Makmum, memaparkan secara komprehensif rencana strategis tiga tahun ke depan. Fokus utama meliputi peningkatan mutu layanan klinis, penguatan keselamatan pasien (patient safety), transformasi digital rumah sakit, pengembangan layanan unggulan, serta tata kelola yang profesional dan berintegritas.
“Business Plan 2026–2028 ini adalah komitmen bersama untuk membawa RS Ibnu Sina semakin unggul dan kompetitif. Namun yang paling utama, kita tetap menjadikan nilai-nilai Islam sebagai fondasi dalam setiap pelayanan kepada pasien,” tegas dia.
Ketua Yayasan Wakaf UMI Makassar, Prof Masrurah Mokhtar, turut menyampaikan materi bertema 'Peran Etika Komunikasi Layanan di Rumah Sakit Menurut Perspektif Islam'. Ia menegaskan bahwa komunikasi yang santun, empatik, dan penuh tanggung jawab merupakan cerminan akhlak Islami dalam pelayanan kesehatan.
“Etika komunikasi bukan sekadar standar pelayanan, tetapi bagian dari ibadah dan amanah yang harus dijaga oleh setiap tenaga kesehatan,” ungkapnya.
Rektor Universitas Muslim Indonesia, Prof Hambali Thalib, membawakan materi bertajuk 'Peran Etika dan Hukum Kesehatan dalam Pelayanan Rumah Sakit'.