Prudential Syariah Luncurkan PRUHeritage USD: Proteksi Jiwa dengan Booster hingga 150%
Tim SINDOmakassar
Rabu, 18 Februari 2026 - 17:48 WIB
PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) resmi meluncurkan PRUHeritage Syariah Essential Plan USD, solusi perlindungan jiwa syariah jangka panjang. Foto/IST
PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) resmi meluncurkan PRUHeritage Syariah Essential Plan USD, solusi perlindungan jiwa syariah jangka panjang dalam mata uang dolar AS. Produk ini menawarkan Santunan Meninggal Dunia yang dapat meningkat melalui tambahan Booster Proteksi, sehingga membantu mengimbangi potensi kenaikan inflasi di masa depan.
Kehadirannya menjawab kebutuhan keluarga Indonesia akan perencanaan keuangan lintas negara di tengah dinamika ekonomi global. Dalam beberapa tahun terakhir, perencanaan keuangan keluarga Indonesia semakin dipengaruhi kebutuhan global—mulai dari pendidikan anak di luar negeri, investasi internasional, hingga perencanaan peninggalan lintas generasi.
Mobilitas global juga menghadirkan tantangan dalam pengelolaan risiko mata uang, kesinambungan aset, serta stabilitas nilai kekayaan antar generasi. Ketika kebutuhan keluarga semakin banyak berdenominasi dolar AS, proteksi dalam mata uang yang selaras menjadi semakin relevan agar rencana jangka panjang tidak terdampak fluktuasi kurs.
Data Bank for International Settlements (BIS) 2025 menunjukkan lebih dari 80% transaksi perdagangan internasional masih menggunakan dolar AS sebagai mata uang utama. USD juga menjadi mata uang dominan dalam pembiayaan pendidikan global, layanan kesehatan internasional, serta perencanaan peninggalan lintas negara.
Di Indonesia, data Kurs Transaksi Bank Indonesia mencatat pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang dinamis dalam beberapa tahun terakhir. Pada akhir Januari 2024, nilai tukar dolar AS berada di kisaran Rp15.904. Sementara sepanjang Januari 2026, berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, berada pada kisaran Rp16.100–Rp16.800.
Kondisi ini menegaskan pentingnya strategi diversifikasi aset dan mata uang, khususnya bagi keluarga dengan kebutuhan finansial global jangka panjang.
Menanggapi tren tersebut, Iskandar Ezzahuddin, President Director Prudential Syariah, menyampaikan perencanaan keuangan hari ini tidak lagi terbatas pada satu generasi atau satu negara. Keluarga Indonesia membutuhkan strategi untuk menjaga kesinambungan nilai kekayaan dari waktu ke waktu maupun antisipasi terhadap inflasi.
Kehadirannya menjawab kebutuhan keluarga Indonesia akan perencanaan keuangan lintas negara di tengah dinamika ekonomi global. Dalam beberapa tahun terakhir, perencanaan keuangan keluarga Indonesia semakin dipengaruhi kebutuhan global—mulai dari pendidikan anak di luar negeri, investasi internasional, hingga perencanaan peninggalan lintas generasi.
Mobilitas global juga menghadirkan tantangan dalam pengelolaan risiko mata uang, kesinambungan aset, serta stabilitas nilai kekayaan antar generasi. Ketika kebutuhan keluarga semakin banyak berdenominasi dolar AS, proteksi dalam mata uang yang selaras menjadi semakin relevan agar rencana jangka panjang tidak terdampak fluktuasi kurs.
Data Bank for International Settlements (BIS) 2025 menunjukkan lebih dari 80% transaksi perdagangan internasional masih menggunakan dolar AS sebagai mata uang utama. USD juga menjadi mata uang dominan dalam pembiayaan pendidikan global, layanan kesehatan internasional, serta perencanaan peninggalan lintas negara.
Di Indonesia, data Kurs Transaksi Bank Indonesia mencatat pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang dinamis dalam beberapa tahun terakhir. Pada akhir Januari 2024, nilai tukar dolar AS berada di kisaran Rp15.904. Sementara sepanjang Januari 2026, berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, berada pada kisaran Rp16.100–Rp16.800.
Kondisi ini menegaskan pentingnya strategi diversifikasi aset dan mata uang, khususnya bagi keluarga dengan kebutuhan finansial global jangka panjang.
Menanggapi tren tersebut, Iskandar Ezzahuddin, President Director Prudential Syariah, menyampaikan perencanaan keuangan hari ini tidak lagi terbatas pada satu generasi atau satu negara. Keluarga Indonesia membutuhkan strategi untuk menjaga kesinambungan nilai kekayaan dari waktu ke waktu maupun antisipasi terhadap inflasi.