Di Tengah Tekanan Harga Nikel Global, PT Vale Tegaskan Industri Harus Jadi Solusi untuk Indonesia
Tim SINDOmakassar
Selasa, 03 Maret 2026 - 11:49 WIB
Head of External Relations Regional and Growth PT Vale Indonesia, Tbk. Endra Kusuma saat memaparkan kinerja perseroan di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (2/3/2026).
Di tengah fluktuasi harga nikel dunia dan sorotan publik terhadap dampak industri tambang, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari grup MIND ID, memilih berdiri dengan satu pesan yang jelas: industri harus menjadi solusi, bukan beban, bagi Indonesia. Pesan itu disampaikan dalam acara Breakfasting Discussion bersama media yang digelar kemarin.
Head of External Relations Regional and Growth PT Vale Indonesia, Endra Kusuma mewakili manajemen PT Vale, menegaskan bahwa tantangan global justru menjadi momentum untuk memperkuat fondasi industri nasional.
Sepanjang 2025, harga nikel global mengalami tekanan yang signifikan. Namun di tengah situasi tersebut, PT Vale tetap mencatatkan kinerja operasional yang stabil. Hingga November 2025, produksi nikel matte mencapai 66.848 ton, naik 3 persen secara tahunan. Total pendapatan perusahaan mencapai US$902 juta.
Bagi PT Vale, angka-angka ini bukan sekadar statistik. “Ketahanan industri tidak dibangun dalam satu musim harga tinggi. Ini adalah hasil konsistensi investasi, disiplin operasional, dan komitmen jangka panjang khususnya yang berdampak untuk masyarakat, lingkungan dan dunia,” ujar Endra.
Komitmen itu terlihat nyata melalui Indonesia Growth Project (IGP), yang kini menjadi mesin pertumbuhan baru perusahaan sekaligus bagian penting dari agenda hilirisasi nasional.
Di Pomalaa, proyek senilai sekitar US$4,5 miliar telah mencapai progres konstruksi lebih dari 65 persen. Penjualan perdana bijih nikel yang dilakukan pada akhir Februari 2026 menjadi penanda bahwa proyek tersebut mulai memasuki fase operasional yang lebih matang. Dengan kapasitas stockpile hingga 4 juta wet metric ton (Mwmt) dan target produksi awal 300.000 ton limonit per bulan, Pomalaa diproyeksikan menjadi salah satu simpul penting rantai pasok nikel Indonesia.
Sementara itu, proyek Morowali dengan nilai investasi US$2 miliar telah mencapai hampir 99 persen progres dan telah mencatatkan penjualan awal 2,2 juta ton ore di awal 2026. Di Sorowako, pengembangan limonit senilai US$2,2 miliar terus berjalan sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
Head of External Relations Regional and Growth PT Vale Indonesia, Endra Kusuma mewakili manajemen PT Vale, menegaskan bahwa tantangan global justru menjadi momentum untuk memperkuat fondasi industri nasional.
Sepanjang 2025, harga nikel global mengalami tekanan yang signifikan. Namun di tengah situasi tersebut, PT Vale tetap mencatatkan kinerja operasional yang stabil. Hingga November 2025, produksi nikel matte mencapai 66.848 ton, naik 3 persen secara tahunan. Total pendapatan perusahaan mencapai US$902 juta.
Bagi PT Vale, angka-angka ini bukan sekadar statistik. “Ketahanan industri tidak dibangun dalam satu musim harga tinggi. Ini adalah hasil konsistensi investasi, disiplin operasional, dan komitmen jangka panjang khususnya yang berdampak untuk masyarakat, lingkungan dan dunia,” ujar Endra.
Komitmen itu terlihat nyata melalui Indonesia Growth Project (IGP), yang kini menjadi mesin pertumbuhan baru perusahaan sekaligus bagian penting dari agenda hilirisasi nasional.
Di Pomalaa, proyek senilai sekitar US$4,5 miliar telah mencapai progres konstruksi lebih dari 65 persen. Penjualan perdana bijih nikel yang dilakukan pada akhir Februari 2026 menjadi penanda bahwa proyek tersebut mulai memasuki fase operasional yang lebih matang. Dengan kapasitas stockpile hingga 4 juta wet metric ton (Mwmt) dan target produksi awal 300.000 ton limonit per bulan, Pomalaa diproyeksikan menjadi salah satu simpul penting rantai pasok nikel Indonesia.
Sementara itu, proyek Morowali dengan nilai investasi US$2 miliar telah mencapai hampir 99 persen progres dan telah mencatatkan penjualan awal 2,2 juta ton ore di awal 2026. Di Sorowako, pengembangan limonit senilai US$2,2 miliar terus berjalan sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.