Siap Hadapi Arus Mudik 2026, DLU Makassar Prediksi Lonjakan Penumpang
Luqman Zainuddin
Rabu, 04 Maret 2026 - 20:04 WIB
Kepala Cabang PT Dharma Lautan Utama (DLU) Makassar, Yandi Hermawan memberikan sambutan saat kegiatan buka puasa bersama, Rabu (3/4/2026). Foto: SINDO Makassar/Luqman Zainuddin
PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Makassar memprediksi arus mudik Lebaran 2026 mengalami kenaikan sekitar 4–5 persen dibanding tahun lalu. Kenaikan terutama terjadi pada rute Makassar–Surabaya yang menjadi tujuan favorit pemudik.
Kepala Cabang PT Dharma Lautan Utama (DLU) Makassar, Yandi Hermawan mengatakan, pihaknya telah menyiapkan 49 unit armada untuk melayani arus mudik tahun ini. Seluruh kapal dipastikan dalam kondisi siap operasi karena tidak ada yang menjalani docking.
“Tahun ini kurang lebih ada kenaikan (penumpang) sedikit saja. Kalau yang ke Surabaya, insyaallah ada di angka 4–5 persen itu saja,” ujarnya dalam sambutan di acara buka puasa bersama, Rabu (3/4/2026).
Menurut Yandi, pada awal Ramadan pihaknya memberikan potongan harga tiket hingga15 persen untuk mendorong pemudik berangkat lebih awal. Kebijakan itu bertujuan memecah kepadatan penumpang yang biasanya menumpuk mendekati hari raya.
“Jadi memberikan diskon agar memecah konsentrasi kepadatan pemudik. Biar pemudik ini, kami harapkan bisa mudik di awal-awal, tidak terjadi penumpukan mendekati hari H,” jelasnya.
Program diskon tersebut, kata dia, mendapat respons positif. Pada periode awal Ramadan, jumlah pemudik mencapai 500–600 orang, dengan rute Surabaya sebagai tujuan terbanyak. Sementara rute Batu Licin dan Bau-Bau diperkirakan akan meningkat menjelang Lebaran Idulfitri.
Ia menambahkan, jumlah pemudik rute Makassar–Surabaya tahun lalu berkisar 1.000–1.200 orang per periode puncak tahun lalu. Untuk tahun ini, peningkatan diprediksi tidak terlalu signifikan. Adapun rute di wilayah Indonesia Timur, seperti Bau-Bau dan Selayar, diperkirakan relatif stabil, dengan kenaikan sekitar 1–2 persen.
Kepala Cabang PT Dharma Lautan Utama (DLU) Makassar, Yandi Hermawan mengatakan, pihaknya telah menyiapkan 49 unit armada untuk melayani arus mudik tahun ini. Seluruh kapal dipastikan dalam kondisi siap operasi karena tidak ada yang menjalani docking.
“Tahun ini kurang lebih ada kenaikan (penumpang) sedikit saja. Kalau yang ke Surabaya, insyaallah ada di angka 4–5 persen itu saja,” ujarnya dalam sambutan di acara buka puasa bersama, Rabu (3/4/2026).
Menurut Yandi, pada awal Ramadan pihaknya memberikan potongan harga tiket hingga15 persen untuk mendorong pemudik berangkat lebih awal. Kebijakan itu bertujuan memecah kepadatan penumpang yang biasanya menumpuk mendekati hari raya.
“Jadi memberikan diskon agar memecah konsentrasi kepadatan pemudik. Biar pemudik ini, kami harapkan bisa mudik di awal-awal, tidak terjadi penumpukan mendekati hari H,” jelasnya.
Program diskon tersebut, kata dia, mendapat respons positif. Pada periode awal Ramadan, jumlah pemudik mencapai 500–600 orang, dengan rute Surabaya sebagai tujuan terbanyak. Sementara rute Batu Licin dan Bau-Bau diperkirakan akan meningkat menjelang Lebaran Idulfitri.
Ia menambahkan, jumlah pemudik rute Makassar–Surabaya tahun lalu berkisar 1.000–1.200 orang per periode puncak tahun lalu. Untuk tahun ini, peningkatan diprediksi tidak terlalu signifikan. Adapun rute di wilayah Indonesia Timur, seperti Bau-Bau dan Selayar, diperkirakan relatif stabil, dengan kenaikan sekitar 1–2 persen.