home news

Kinerja Perbankan Sulsel Stabil di Awal 2026, Kredit dan DPK Masih Tumbuh

Selasa, 10 Maret 2026 - 13:00 WIB
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, memaparkan kinerja industri perbankan di Sulsel yang tetap stabil di awal 2026. Foto/IST
Kinerja industri perbankan di Sulawesi Selatan pada awal 2026 masih menunjukkan tren pertumbuhan positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut terlihat dari kenaikan total aset, dana pihak ketiga (DPK), hingga penyaluran kredit oleh perbankan.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, menyampaikan bahwa kondisi perbankan di Sulsel tetap stabil dan mampu menjalankan fungsi intermediasi dengan baik.

“Pada posisi Januari 2026, kinerja perbankan di Sulawesi Selatan masih menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya dalam media update yang digelar Senin (9/3/2026).

Data OJK mencatat total aset perbankan di Sulawesi Selatan pada Januari 2026 mencapai Rp212,19 triliun. Nilai tersebut meningkat 5,90 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat Rp200,37 triliun.

Penghimpunan dana masyarakat juga mengalami peningkatan. Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp145,27 triliun atau tumbuh 7,83 persen (yoy) dibandingkan Januari 2025 yang sebesar Rp134,73 triliun.

Di sisi penyaluran kredit, perbankan di Sulsel menyalurkan pembiayaan sebesar Rp173,03 triliun pada Januari 2026. Angka ini naik 5,56 persen (yoy) dibandingkan Januari tahun lalu yang mencapai Rp163,91 triliun.

Muchlasin menjelaskan, tingkat intermediasi perbankan di Sulawesi Selatan tergolong tinggi. Hal ini tercermin dari rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) yang mencapai 119,11 persen.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya