Pupuk Indonesia Perkuat Pasokan Pupuk Nonsubsidi di Indonesia Timur
Tim SINDOmakassar
Jum'at, 13 Maret 2026 - 19:18 WIB
Upaya menjaga produktivitas pertanian di kawasan timur Indonesia terus diperkuat oleh PT Pupuk Indonesia (Persero). Salah satunya dengan memperkuat pasokan pupuk nonsubsidi. Foto/IST
Upaya menjaga produktivitas pertanian di kawasan timur Indonesia terus diperkuat oleh PT Pupuk Indonesia (Persero). Melalui berbagai program promosi bagi distributor dan kios ritel, perusahaan berupaya memastikan pupuk komersial atau nonsubsidi tetap tersedia bagi petani yang membutuhkan. Langkah ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan program swasembada pangan nasional.
General Manager Regional 4 PT Pupuk Indonesia (Persero), Wisnu Ramadhani menyampaikan bahwa Indonesia Timur yang mencakup wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua memiliki peran strategis dalam pengembangan sektor pertanian nasional.
"Selain pupuk subsidi, kami juga berupaya senantiasa memastikan ketersediaan pupuk nonsubsidi di kios-kios. Tujuannya untuk memudahkan petani yang tidak tercatat sebagai penerima subsidi dalam mendapatkan pupuk. Dengan kemudahan akses ini produktivitas pertanian dapat terjaga, dan swasembada pangan pun dapat dilanjutkan," demikian disampaikan Wisnu di Makassar.
Untuk memperkuat distribusi pupuk nonsubsidi di kawasan tersebut, Pupuk Indonesia meluncurkan sejumlah program promosi. Program tersebut antara lain promosi distributor ritel, promo NPK, serta Program Gebyar Kios Hebat yang menyasar kios ritel.
Pada periode Agustus hingga November 2025, program promosi distributor ritel mencatat realisasi penjualan pupuk komersial ritel sebesar 9.456 ton. Angka ini meningkat 39 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.
Peningkatan tersebut terutama didorong oleh penjualan produk Urea yang mencapai 4.566 ton, diikuti NPK sebesar 2.033 ton, serta SP-26 sebanyak 1.470 ton.
Program promo NPK yang digelar pada Desember 2025 juga turut mendorong pertumbuhan penjualan. Selama program berlangsung, penjualan NPK nonsubsidi mencapai 613 ton atau meningkat 163 ton, setara sekitar 37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Produk dengan kontribusi terbesar dalam program ini adalah NPK Phonska Plus dengan realisasi penjualan sebesar 498 ton.
General Manager Regional 4 PT Pupuk Indonesia (Persero), Wisnu Ramadhani menyampaikan bahwa Indonesia Timur yang mencakup wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua memiliki peran strategis dalam pengembangan sektor pertanian nasional.
"Selain pupuk subsidi, kami juga berupaya senantiasa memastikan ketersediaan pupuk nonsubsidi di kios-kios. Tujuannya untuk memudahkan petani yang tidak tercatat sebagai penerima subsidi dalam mendapatkan pupuk. Dengan kemudahan akses ini produktivitas pertanian dapat terjaga, dan swasembada pangan pun dapat dilanjutkan," demikian disampaikan Wisnu di Makassar.
Untuk memperkuat distribusi pupuk nonsubsidi di kawasan tersebut, Pupuk Indonesia meluncurkan sejumlah program promosi. Program tersebut antara lain promosi distributor ritel, promo NPK, serta Program Gebyar Kios Hebat yang menyasar kios ritel.
Pada periode Agustus hingga November 2025, program promosi distributor ritel mencatat realisasi penjualan pupuk komersial ritel sebesar 9.456 ton. Angka ini meningkat 39 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.
Peningkatan tersebut terutama didorong oleh penjualan produk Urea yang mencapai 4.566 ton, diikuti NPK sebesar 2.033 ton, serta SP-26 sebanyak 1.470 ton.
Program promo NPK yang digelar pada Desember 2025 juga turut mendorong pertumbuhan penjualan. Selama program berlangsung, penjualan NPK nonsubsidi mencapai 613 ton atau meningkat 163 ton, setara sekitar 37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Produk dengan kontribusi terbesar dalam program ini adalah NPK Phonska Plus dengan realisasi penjualan sebesar 498 ton.