Faisal Surur Lanjutkan Pembangunan Jalan Beton 344 Meter di Pompanua
Justang Muhammad
Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:51 WIB
Proses pengecoran jalan di Jalan Bahagia, Kelurahan Pompanua, Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone. Foto: Istimewa
Ketua Yayasan Haji Ahmad Surur, H. Faisal Ibrahim Surur, Lc., M.Si., kembali membangun infrastruktur di kampung halamannya. Kali ini, ia membangun jalan beton sepanjang 344 meter di Jalan Bahagia, Kelurahan Pompanua, Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Pembangunan tersebut merupakan kelanjutan dari proyek sebelumnya di Jalan Taqwa. Pada tahap awal, Faisal telah membangun jalan beton sepanjang 315 meter yang menjadi akses menuju masjid dan Lembaga Tahfidz Quran Ahmad Surur.
“Alhamdulillah tidak lama janji ditepati. Lingkar Jalan Bahagia Dewantoro pada tahap kedua ini kurang lebih 344 meter sudah mulai dikerjakan,” kata Faisal Ibrahim Surur, Sabtu (14/3/2026).
Ia menyebut pembangunan jalan tersebut menjadi berkah di bulan Ramadan sekaligus bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat di kampung halamannya.
“Ini berkah Ramadan,” ujarnya.
Faisal menjelaskan, kawasan tersebut dipilih karena memiliki nilai sejarah pribadi baginya. Selain menjadi jalur menuju sejumlah lembaga pendidikan, tempat itu juga menyimpan kenangan masa kecilnya.
“Kawasan ini dipilih dibangun jalan beton karena di sana ada MTsN tempat saya dulu sekolah dan jalan yang sering saya lalui saat mengantar termos es lilin. Banyak kenangan di situ,” ungkapnya.
Pembangunan tersebut merupakan kelanjutan dari proyek sebelumnya di Jalan Taqwa. Pada tahap awal, Faisal telah membangun jalan beton sepanjang 315 meter yang menjadi akses menuju masjid dan Lembaga Tahfidz Quran Ahmad Surur.
“Alhamdulillah tidak lama janji ditepati. Lingkar Jalan Bahagia Dewantoro pada tahap kedua ini kurang lebih 344 meter sudah mulai dikerjakan,” kata Faisal Ibrahim Surur, Sabtu (14/3/2026).
Ia menyebut pembangunan jalan tersebut menjadi berkah di bulan Ramadan sekaligus bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat di kampung halamannya.
“Ini berkah Ramadan,” ujarnya.
Faisal menjelaskan, kawasan tersebut dipilih karena memiliki nilai sejarah pribadi baginya. Selain menjadi jalur menuju sejumlah lembaga pendidikan, tempat itu juga menyimpan kenangan masa kecilnya.
“Kawasan ini dipilih dibangun jalan beton karena di sana ada MTsN tempat saya dulu sekolah dan jalan yang sering saya lalui saat mengantar termos es lilin. Banyak kenangan di situ,” ungkapnya.