Kakanwil Kemenag Sulsel Pantau Kesiapan Posko Ramah Pemudik
Tim SINDOmakassar
Selasa, 17 Maret 2026 - 19:11 WIB
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Ali Yafid saat berada di Masjid Agung Takalar untuk memantau masjid ramah pemudik. Foto: Istimewa
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Ali Yafid, melakukan pemantauan dan pengecekan langsung kesiapan posko Ramah Pemudik di jalur poros utama arus mudik dan arus balik wilayah selatan Sulawesi Selatan, meliputi Kabupaten Gowa hingga Kabupaten Bulukumba, dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan layanan keagamaan yang terintegrasi melalui keterlibatan aktif jajaran Kementerian Agama, baik pada masjid, madrasah, maupun Kantor Urusan Agama (KUA) yang difungsikan sebagai posko layanan Ramah Pemudik.
Dalam pemantauan tersebut, Kakanwil meninjau langsung kondisi sarana dan prasarana posko, termasuk kelayakan tempat istirahat, kebersihan lingkungan, ketersediaan air bersih, fasilitas ibadah, serta kesiapan petugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, dilakukan pula evaluasi terhadap kesiapan operasional posko agar layanan yang diberikan benar-benar memenuhi kebutuhan para pemudik.
“Program Ramah Pemudik ini menjadi wujud nyata kehadiran Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Karena itu, seluruh jajaran harus memastikan bahwa layanan yang diberikan tidak hanya tersedia, tetapi juga berkualitas, nyaman, dan humanis,” ujar Ali Yafid.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga standar pelayanan di seluruh titik posko, serta memperkuat koordinasi dan sinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pengelola rumah ibadah agar pelaksanaan program dapat berjalan optimal di seluruh wilayah.
Lebih lanjut, Kakanwil mengingatkan bahwa pelayanan kepada para pemudik bukan sekadar tugas administratif, tetapi juga bagian dari ibadah, terlebih dilaksanakan dalam suasana bulan suci Ramadan.
“Melayani pemudik adalah bentuk pengabdian dan ibadah. Insya Allah, setiap kebaikan yang dilakukan akan dilipatgandakan pahalanya, apalagi di bulan Ramadan yang penuh keberkahan ini,” tambahnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan layanan keagamaan yang terintegrasi melalui keterlibatan aktif jajaran Kementerian Agama, baik pada masjid, madrasah, maupun Kantor Urusan Agama (KUA) yang difungsikan sebagai posko layanan Ramah Pemudik.
Dalam pemantauan tersebut, Kakanwil meninjau langsung kondisi sarana dan prasarana posko, termasuk kelayakan tempat istirahat, kebersihan lingkungan, ketersediaan air bersih, fasilitas ibadah, serta kesiapan petugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, dilakukan pula evaluasi terhadap kesiapan operasional posko agar layanan yang diberikan benar-benar memenuhi kebutuhan para pemudik.
“Program Ramah Pemudik ini menjadi wujud nyata kehadiran Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Karena itu, seluruh jajaran harus memastikan bahwa layanan yang diberikan tidak hanya tersedia, tetapi juga berkualitas, nyaman, dan humanis,” ujar Ali Yafid.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga standar pelayanan di seluruh titik posko, serta memperkuat koordinasi dan sinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pengelola rumah ibadah agar pelaksanaan program dapat berjalan optimal di seluruh wilayah.
Lebih lanjut, Kakanwil mengingatkan bahwa pelayanan kepada para pemudik bukan sekadar tugas administratif, tetapi juga bagian dari ibadah, terlebih dilaksanakan dalam suasana bulan suci Ramadan.
“Melayani pemudik adalah bentuk pengabdian dan ibadah. Insya Allah, setiap kebaikan yang dilakukan akan dilipatgandakan pahalanya, apalagi di bulan Ramadan yang penuh keberkahan ini,” tambahnya.