Masyarakat Diminta Waspada Modus Kejahatan Cyber di Bidang Perbankan
Tim SINDOmakassar
Selasa, 17 Maret 2026 - 20:26 WIB
Pada saat ini terdapat berbagai macam modus kejahatan ciber demi menguras ini saldo rekening nasabah perbankan, hal ini dipermudah dengan semakin canggihnya teknologi AI.
Libur panjang dalam rangka Hari Raya Nyepi dan dilanjutkan Hari Raya Idul Fitri 1447 H tahun 2026 sudah di depan mata, masyarakat sudah mulai menunjukkan geliat perekonomian menyambutnya dengan berbelanja memenuhi kebutuhan dalam merayakannya.
Hal ini tidak luput dari perhatian pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memanfaatkannya demi menjalankan kegiatan penipuan kepada masyarakat.
Pada saat ini terdapat berbagai macam modus kejahatan ciber demi menguras ini saldo rekening nasabah perbankan, hal ini dipermudah dengan semakin canggihnya teknologi AI (Artificial Intelligence – Kecerdasan Buatan) diantaranya:Email Phising: Email menyerupai alamat resmi instansi tertentu untuk mengelabui penerima sehingga memberikan informasi sensitive.
Dokumen Palsu: Dokumen buatan palsu yang tampak resmi dan meyakinkan.Vishing: Panggilan telpon memanfaatkan AI dengan meniru suara orang lain agar menjadi lebih sulit dikenali.
Video Call Deepfake: Aplikasi panggilan video dengan suara dan wajah seakan-akan adalah orang tertentu yang mendesak meminta informasi sensitive.
Pesan Palsu: Pesan tertentu yang dipersonalisasi menggunakan AI untuk meiru gaya komunikasi orang tertentu untuk tujuan kejahatan.
Sehingga dengan semakin masifnya berbagai penipuan bidang perbankan tersebut, diminta masyarakat untuk selalu berhati-hati, terutama dalam hal bertransaksi keuangan utamanya transaksi digital. Untuk itu ada beberapa tips untuk menghindari percobaan penipuan digital tersebut diantaranya:
Hal ini tidak luput dari perhatian pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memanfaatkannya demi menjalankan kegiatan penipuan kepada masyarakat.
Pada saat ini terdapat berbagai macam modus kejahatan ciber demi menguras ini saldo rekening nasabah perbankan, hal ini dipermudah dengan semakin canggihnya teknologi AI (Artificial Intelligence – Kecerdasan Buatan) diantaranya:Email Phising: Email menyerupai alamat resmi instansi tertentu untuk mengelabui penerima sehingga memberikan informasi sensitive.
Dokumen Palsu: Dokumen buatan palsu yang tampak resmi dan meyakinkan.Vishing: Panggilan telpon memanfaatkan AI dengan meniru suara orang lain agar menjadi lebih sulit dikenali.
Video Call Deepfake: Aplikasi panggilan video dengan suara dan wajah seakan-akan adalah orang tertentu yang mendesak meminta informasi sensitive.
Pesan Palsu: Pesan tertentu yang dipersonalisasi menggunakan AI untuk meiru gaya komunikasi orang tertentu untuk tujuan kejahatan.
Sehingga dengan semakin masifnya berbagai penipuan bidang perbankan tersebut, diminta masyarakat untuk selalu berhati-hati, terutama dalam hal bertransaksi keuangan utamanya transaksi digital. Untuk itu ada beberapa tips untuk menghindari percobaan penipuan digital tersebut diantaranya: