home news

Dilema PSEL Makassar, Menimbang Akurasi Teknis di Antara Dua Lokasi

Jum'at, 27 Maret 2026 - 18:10 WIB
Nasruddin Aziz Dosen Jurusan Teknik Mesin Unhas, Akademisi Teknik dan Praktisi Lingkungan
Oleh: Nasruddin Aziz

Dosen Jurusan Teknik Mesin Unhas, Akademisi Teknik & Praktisi Lingkungan

Makassar sedang bertaruh dengan waktu. Di satu sisi, tumpukan sampah di TPA Tamangapa sudah menjadi gunung yang menanti solusi. Di sisi lain, rencana pembangunan PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik) yang awalnya matang di koridor industri Jalan Ir. Sutami, kini diputar arah kembali ke Tamangapa bukan sekadar perpindahan titik koordinat, melainkan pergeseran fundamental dalam kalkulasi engineering, ekonomi, dan risiko sosial.

Sebagai kota yang memproduksi lebih dari 1.000 ton sampah per hari—dan diprediksi menembus 2.000 ton dalam satu dekade ke depan—Makassar tidak boleh salah langkah dalam memilih "rumah" bagi teknologi ini. Sebagai akademisi dan praktisi, saya melihat ini bukan sekadar urusan pindah lokasi, melainkan ujian bagi kita, apakah kita memilih jalur yang paling efisien secara teknis, atau kita sedang berkompromi dengan alasan yang sulit dijelaskan nalar engineering?.

Secara teknologi, masyarakat tak perlu lagi dihantui ketakutan lama. PSEL modern, seperti yang saya saksikan langsung di SUS Environment (Shanghai SUS Environment Co., Ltd.) Beijing dan Zhuhai, Tiongkok, adalah instalasi yang bersih.

Tidak ada lagi bau menyengat yang menusuk hidung, tidak ada lagi kebisingan yang mengganggu tidur warga. Fasilitas ini beroperasi dengan sistem tertutup yang begitu rapat, hingga ia lebih menyerupai gedung perkantoran modern daripada tempat pembuangan sampah. Jadi, alasan penolakan berbasis "bau dan bising" di Ir. Sutami seharusnya sudah hangus dari meja perdebatan.

Memindahkan PSEL ke Tamangapa memang memiliki visi "pembersihan masa lalu" melalui penghapusan gunungan sampah eksis. Namun, kebijakan ini harus dibayar mahal dengan kerumitan teknis transmisi listrik dan pasokan air.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya