Pascasarjana UMI Lepas 438 Lulusan Periode I 2026, Ada dari Aljazair dan Qatar
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Kamis, 16 April 2026 - 05:41 WIB
Suasana Ramah Tamah dan Silaturahmi Program Pascasarjana UMI Periode I Tahun 2026 di Sandeq Ballroom, Claro Hotel, Makassar, Rabu (15/4/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Universitas Muslim Indonesia (UMI) menyelenggarakan kegiatan Ramah Tamah dan Silaturahmi Program Pascasarjana Periode I Tahun 2026 di Sandeq Ballroom, Claro Hotel, Makassar, Rabu (15/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Program Pascasarjana UMI resmi melepas 438 lulusan yang terdiri atas 362 lulusan jenjang magister dan 66 lulusan jenjang doktor. Selain itu, terdapat 10 lulusan magister yang menyelesaikan studi melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Kegiatan ini mengusung tema “Mewujudkan Pascasarjana UMI sebagai Pusat Unggulan Akademik Berbasis Nilai-Nilai Islami untuk Kesejahteraan Umat”.
Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof. Masrurah Mokhtar, menegaskan bahwa para alumni dituntut untuk memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik almamater.
"Jaga nama baik almamater dengan integritas dan profesionalisme. Tetaplah menjalin silaturahmi dengan almamater karena ikatan alumni adalah kekuatan besar bagi kemajuan UMI ke depan," tegasnya.
Ia juga mendorong para alumni untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
"Saya berharap para alumni ini kami bebaskan uang pendaftaran untuk masuk Pascasarjana, kami mengajak semua alumni untuk belajar terus lanjutkan pendidikan. Lanjut terus selesai S1 lanjut S2, selesai S2 lanjut S3. Tidak ada kata terlambat,” tutupnya.
Dalam kegiatan tersebut, Program Pascasarjana UMI resmi melepas 438 lulusan yang terdiri atas 362 lulusan jenjang magister dan 66 lulusan jenjang doktor. Selain itu, terdapat 10 lulusan magister yang menyelesaikan studi melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Kegiatan ini mengusung tema “Mewujudkan Pascasarjana UMI sebagai Pusat Unggulan Akademik Berbasis Nilai-Nilai Islami untuk Kesejahteraan Umat”.
Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof. Masrurah Mokhtar, menegaskan bahwa para alumni dituntut untuk memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik almamater.
"Jaga nama baik almamater dengan integritas dan profesionalisme. Tetaplah menjalin silaturahmi dengan almamater karena ikatan alumni adalah kekuatan besar bagi kemajuan UMI ke depan," tegasnya.
Ia juga mendorong para alumni untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
"Saya berharap para alumni ini kami bebaskan uang pendaftaran untuk masuk Pascasarjana, kami mengajak semua alumni untuk belajar terus lanjutkan pendidikan. Lanjut terus selesai S1 lanjut S2, selesai S2 lanjut S3. Tidak ada kata terlambat,” tutupnya.