Unhas Tegaskan Pengawasan UTBK-SNBT 2026 Ganas dan Kejam
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Selasa, 21 April 2026 - 16:40 WIB
Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa, saat memberikan keterangannya, di konferensi pers di Ruang Senat Fakultas Kedokteran Gigi Unhas, Selasa (21/4/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Jamaluddin Jompa, menegaskan komitmennya untuk memperketat pengawasan dalam pelaksanaan UTBK Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) 2026.
Ia menyampaikan peringatan keras kepada siapa pun yang terlibat kecurangan, baik peserta maupun pihak internal kampus. Menurutnya, Unhas tidak akan ragu menjatuhkan sanksi tegas, termasuk pemecatan hingga proses pidana.
Rektor yang akrab disapa Prof. JJ itu mengungkapkan, pengalaman tahun sebelumnya menjadi dasar pengetatan pengawasan tahun ini. Saat itu, Unhas dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi dengan sistem pengawasan paling ketat di Indonesia.
"Kami akan berusaha keras untuk menerapkan segala kemampuan. Tahun lalu Unhas adalah salah satu universitas di Indonesia yang paling ketat dan paling ganas, mungkin disebut paling kejam," ujarnya.
Ia menegaskan, tindakan tegas tidak hanya berlaku bagi peserta, tetapi juga pegawai yang terbukti terlibat pelanggaran.
"Pegawai kami pun kita harus berhentikan, bahkan pegawai kami pun terpaksa untuk demi keadilan, demi perbaikan, maka kita harus penjarakan. Kita negara hukum, ada hukum yang berlaku untuk seluruh masyarakat Indonesia dan tidak boleh pandang bulu. Jangan gara-gara, 'Ah, dia kan pegawai Unhas, masa tega-teganya Rektor.' Lho, iya! Ini adalah kegiatan terlalu penting untuk kita main-main," tegasnya.
Selain menggugurkan kelulusan peserta yang terbukti curang, Unhas juga akan melakukan penelusuran lanjutan, bahkan setelah peserta dinyatakan lulus.
Ia menyampaikan peringatan keras kepada siapa pun yang terlibat kecurangan, baik peserta maupun pihak internal kampus. Menurutnya, Unhas tidak akan ragu menjatuhkan sanksi tegas, termasuk pemecatan hingga proses pidana.
Rektor yang akrab disapa Prof. JJ itu mengungkapkan, pengalaman tahun sebelumnya menjadi dasar pengetatan pengawasan tahun ini. Saat itu, Unhas dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi dengan sistem pengawasan paling ketat di Indonesia.
"Kami akan berusaha keras untuk menerapkan segala kemampuan. Tahun lalu Unhas adalah salah satu universitas di Indonesia yang paling ketat dan paling ganas, mungkin disebut paling kejam," ujarnya.
Ia menegaskan, tindakan tegas tidak hanya berlaku bagi peserta, tetapi juga pegawai yang terbukti terlibat pelanggaran.
"Pegawai kami pun kita harus berhentikan, bahkan pegawai kami pun terpaksa untuk demi keadilan, demi perbaikan, maka kita harus penjarakan. Kita negara hukum, ada hukum yang berlaku untuk seluruh masyarakat Indonesia dan tidak boleh pandang bulu. Jangan gara-gara, 'Ah, dia kan pegawai Unhas, masa tega-teganya Rektor.' Lho, iya! Ini adalah kegiatan terlalu penting untuk kita main-main," tegasnya.
Selain menggugurkan kelulusan peserta yang terbukti curang, Unhas juga akan melakukan penelusuran lanjutan, bahkan setelah peserta dinyatakan lulus.