Modernisasi Laboratorium Barantin Butuh Rp5 Triliun, Target Setara Negara Maju 2027
Tim SINDOmakassar
Kamis, 23 April 2026 - 17:15 WIB
Barantin menargetkan modernisasi seluruh laboratorium karantina di Indonesia dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai Rp4 triliun hingga Rp5 triliun. Foto/Istimewa
Pemerintah melalui Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyiapkan langkah besar untuk memperkuat sistem kekarantinaan nasional. Salah satu upaya utamanya adalah modernisasi seluruh laboratorium karantina di Indonesia dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai Rp4 triliun hingga Rp5 triliun.
Kepala Barantin, Sahat Manaor Panggabean, menegaskan bahwa pembaruan ini menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus menyetarakan standar laboratorium Indonesia dengan negara-negara maju. Targetnya, seluruh laboratorium karantina di berbagai daerah sudah mengalami transformasi menyeluruh pada 2027.
"Saya harapkan tahun 2027 semua laboratorium Indonesia sudah melakukan modernisasi, jadi level laboratorium kita akan sama dengan negara-negara maju," kata Sahat, saat menerima kunjungan Tim Komisi IV DPR RI di Satuan Pelayanan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, yang berada di bawah naungan Balai Besar Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Selatan, Kamis (23/4/2026).
Sahat menjelaskan bahwa modernisasi tidak hanya berfokus pada pengadaan alat canggih, tetapi juga mencakup renovasi fasilitas, penguatan sistem layanan, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
Menurutnya, keseimbangan antara teknologi dan kemampuan SDM menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut. Tanpa dukungan tenaga yang terlatih, kecanggihan peralatan tidak akan memberikan hasil maksimal.
Selain itu, Barantin sebelumnya telah mempercepat transformasi layanan melalui digitalisasi. Sistem pelayanan berbasis digital kini menggantikan proses manual, meski sebagian layanan masih berada pada kategori risiko rendah dengan waktu penyelesaian sekitar 6 hingga 7 jam.
Ke depan, Barantin juga membuka peluang pendanaan tambahan, termasuk melalui skema pinjaman, guna memastikan seluruh program modernisasi dapat rampung tepat waktu.
Kepala Barantin, Sahat Manaor Panggabean, menegaskan bahwa pembaruan ini menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus menyetarakan standar laboratorium Indonesia dengan negara-negara maju. Targetnya, seluruh laboratorium karantina di berbagai daerah sudah mengalami transformasi menyeluruh pada 2027.
"Saya harapkan tahun 2027 semua laboratorium Indonesia sudah melakukan modernisasi, jadi level laboratorium kita akan sama dengan negara-negara maju," kata Sahat, saat menerima kunjungan Tim Komisi IV DPR RI di Satuan Pelayanan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, yang berada di bawah naungan Balai Besar Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Selatan, Kamis (23/4/2026).
Sahat menjelaskan bahwa modernisasi tidak hanya berfokus pada pengadaan alat canggih, tetapi juga mencakup renovasi fasilitas, penguatan sistem layanan, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
Menurutnya, keseimbangan antara teknologi dan kemampuan SDM menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut. Tanpa dukungan tenaga yang terlatih, kecanggihan peralatan tidak akan memberikan hasil maksimal.
Selain itu, Barantin sebelumnya telah mempercepat transformasi layanan melalui digitalisasi. Sistem pelayanan berbasis digital kini menggantikan proses manual, meski sebagian layanan masih berada pada kategori risiko rendah dengan waktu penyelesaian sekitar 6 hingga 7 jam.
Ke depan, Barantin juga membuka peluang pendanaan tambahan, termasuk melalui skema pinjaman, guna memastikan seluruh program modernisasi dapat rampung tepat waktu.