home news

DPR RI Dukung Penguatan Karantina untuk Ketahanan Pangan dan Keamanan Hayati

Jum'at, 24 April 2026 - 17:49 WIB
Komisi IV DPR RI menegaskan dukungannya terhadap penguatan peran Badan Karantina Indonesia sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan keamanan hayati.
Komisi IV DPR RI menegaskan dukungannya terhadap penguatan peran Badan Karantina Indonesia sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan keamanan hayati. Dukungan tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto saat Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI Masa Sidang IV Tahun Sidang 2025–2026 di Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (23/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Panggah menyampaikan bahwa peran karantina menjadi instrumen penting untuk memastikan lalu lintas komoditas pertanian, kehutanan, dan perikanan yang masuk maupun keluar wilayah Indonesia tetap aman dari ancaman hama, penyakit, organisme pengganggu, serta risiko biologis lainnya yang dapat mengganggu produksi pangan nasional.

"Sebagai lembaga yang melindungi kita semua, kami sepakat bahwa peran Karantina ini menjadi sangat strategis dan penting sehingga perlu didukung semuanya baik terkait dengan SDM-nya, maupun terkait dengan fasilitasnya," jelas Panggah.

Lebih lanjut, dalam peninjauan yang dilakukan di Satuan Pelayanan Bandara International Sultan Hasanuddin Makassar, fasilitas karantina dan semangat kerja petugas karantina dinilai sudah baik dan profesional. Meski demikian, dengan wilayah Indonesia yang luas dan tantangan biosekuriti yang semakin kompleks, kapasitas fasilitas dan dukungan sumber daya manusia untuk karantina masih perlu diperkuat.

"Kita sepakat dari Komisi IV mendukung penguatan kelembagaan Badan Karantina Indonesia, termasuk melalui dukungan anggaran agar pelaksanaan tugas dan fungsi karantina semakin optimal," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat M Panggabean menyampaikan bahwa penguatan karantina terus dilakukan secara menyeluruh, baik melalui transformasi layanan digital, modernisasi laboratorium, maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sahat menjelaskan bahwa saat ini Karantina telah menggunakan sistem digital, dan selanjutnya akan berfokus pada revitalisasi laboratorium dan peningkatan SDM.

“Laboratorium merupakan senjata karantina kita untuk bertempur. Karena itu kita dorong modernisasi alat, pembenahan gedung, hingga peningkatan kemampuan SDM sebagai bagian dari penguatan seluruh aspek perlindungan keamanan hayati,” jelas Sahat.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya