Anggaran MBG di Sulsel Tembus Rp836 Miliar Perbulan
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Selasa, 28 April 2026 - 23:45 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional, Dr Dadan Hindayana (kemeja putih), saat memberikan keterangan pers di halaman SPPG Unhas, Selasa (28/4/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan
Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia mencatat perputaran uang yang masif di Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tak tanggung-tanggung, anggaran sebesar Rp836 miliar digelontorkan setiap bulannya untuk memastikan pemenuhan gizi masyarakat di wilayah tersebut.
Kepala BGN, Dr Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa mayoritas dari anggaran tersebut, yakni sekitar 70 persen atau setara Rp600 miliar, dialokasikan khusus untuk menyerap produk lokal dari sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
Ia menyebutkan, perputaran ekonomi di Sulsel terpantau melesat setelah akumulasi dana program BGN yang beredar di masyarakat menyentuh angka fantastis, yakni Rp1,9 triliun.
"Kalau kita akumulasikan sampai bulan ini uang BGN beredar di Sulsel Rp1,9 triliun. Ini uang yang besar yang beredar di masyarakat,” sebutnya, Selasa (28/4/2026).
Dadan melaporkan, program MBG berhasil memotong rantai distribusi, sehingga petani di Sulsel bisa mendapatkan kepastian harga langsung di lokasi kebun mereka sendiri. "Harga di tingkat petani di Sulsel saya dapat laporan, sekarang didapatkan di kebun bukan di pasar induk karena program MBG," paparnya.
Pihaknya mencatat, pengoperasian infrastruktur program MBG di Sulawesi Selatan telah mencapai 836 unit dapur yang tersebar di berbagai titik. Pengoperasian ini menyerap anggaran hingga Rp836 miliar perbulan.
"Bayangkan 836 SPPG dikali lima ton saja per bulan itu sekian ton beras dibutuhkan, berapa pisang, jeruk, dan telur dibutuhkan. Jadi, uang beredar luar biasa,” ungkapnya di U25 Leaders Forum Rektor PTN-BH, di Ballroom Hotel Unhas & Convention, Kota Makassar.
Kepala BGN, Dr Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa mayoritas dari anggaran tersebut, yakni sekitar 70 persen atau setara Rp600 miliar, dialokasikan khusus untuk menyerap produk lokal dari sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
Ia menyebutkan, perputaran ekonomi di Sulsel terpantau melesat setelah akumulasi dana program BGN yang beredar di masyarakat menyentuh angka fantastis, yakni Rp1,9 triliun.
"Kalau kita akumulasikan sampai bulan ini uang BGN beredar di Sulsel Rp1,9 triliun. Ini uang yang besar yang beredar di masyarakat,” sebutnya, Selasa (28/4/2026).
Dadan melaporkan, program MBG berhasil memotong rantai distribusi, sehingga petani di Sulsel bisa mendapatkan kepastian harga langsung di lokasi kebun mereka sendiri. "Harga di tingkat petani di Sulsel saya dapat laporan, sekarang didapatkan di kebun bukan di pasar induk karena program MBG," paparnya.
Pihaknya mencatat, pengoperasian infrastruktur program MBG di Sulawesi Selatan telah mencapai 836 unit dapur yang tersebar di berbagai titik. Pengoperasian ini menyerap anggaran hingga Rp836 miliar perbulan.
"Bayangkan 836 SPPG dikali lima ton saja per bulan itu sekian ton beras dibutuhkan, berapa pisang, jeruk, dan telur dibutuhkan. Jadi, uang beredar luar biasa,” ungkapnya di U25 Leaders Forum Rektor PTN-BH, di Ballroom Hotel Unhas & Convention, Kota Makassar.