home news

PLN UIP Sulawesi Salurkan Insentif bagi 16 Muslimah Tangguh di 6 Kabupaten/Kota

Rabu, 29 April 2026 - 18:24 WIB
Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UIP Sulawesi menyalurkan bantuan di bidang pendidikan dan ekonomi. Foto: Istimewa
Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UIP Sulawesi menyalurkan bantuan di bidang pendidikan dan ekonomi melalui Program Kartini YBM PLN kepada 16 muslimah tangguh yang menjadi tulang punggung keluarga di enam kabupaten/kota, yakni Makassar, Gowa, Takalar, Maros, Pangkep, dan Wajo.

Bantuan berupa dana insentif tersebut diberikan kepada perempuan prasejahtera yang berperan sebagai pendidik dan pelaku usaha mikro, seperti guru TK, guru SD Qur’an, guru mengaji, hingga pedagang kecil. Program ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus dukungan nyata bagi perempuan yang tetap berdaya di tengah keterbatasan serta berkontribusi bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pemberdayaan perempuan agar semakin mandiri dan berdaya saing.

“Semangat Kartini tercermin dari ketangguhan para perempuan ini dalam menjalankan peran ganda sebagai penggerak ekonomi keluarga sekaligus pendidik di masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat menjadi stimulus untuk meningkatkan kesejahteraan serta memperluas dampak positif yang mereka berikan,” ujarnya.

Salah satu penerima manfaat, Ernawati Yusuf, yang berprofesi sebagai guru TK, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat membantu keberlangsungan ekonomi keluarganya.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami, khususnya perempuan yang terus berjuang melalui pendidikan dan usaha kecil untuk menopang keluarga. Kami merasa diperhatikan dan semakin termotivasi untuk terus berkarya dan mandiri,” tuturnya.

Program Kartini YBM PLN merupakan bagian dari pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah pegawai Muslim PLN yang difokuskan pada pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan di sektor pendidikan dan ekonomi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya