Clean Energy Day, Cara PLN UIP Sulawesi Dorong Budaya Kerja Rendah Emisi
Tri Yari Kurniawan
Jum'at, 01 Mei 2026 - 11:33 WIB
Penerapan program Clean Energy Day di PLN UIP Sulawesi kini rutin digelar setiap hari Jumat sebagai bagian dari perubahan menuju budaya kerja rendah emisi dan berkelanjutan. Foto/Istimewa
Upaya mendorong lingkungan kerja yang lebih ramah lingkungan terus diperkuat PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi. Salah satunya melalui penerapan program Clean Energy Day yang kini rutin digelar setiap hari Jumat sebagai bagian dari perubahan menuju budaya kerja rendah emisi dan berkelanjutan.
Program yang telah berlangsung selama tiga pekan ini melibatkan seluruh insan PLN, mulai dari jajaran manajemen hingga pegawai di Kantor Induk maupun Unit Pelaksana Proyek (UPP). Dalam gerakan ini, pegawai didorong untuk meninggalkan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) dan beralih ke moda transportasi ramah lingkungan seperti berjalan kaki,
bersepeda, atau menggunakan kendaraan listrik (EV).Berdasarkan data pelaporan pegawai melalui aplikasi PLN Click, selama tiga pekan pelaksanaan, mayoritas partisipan menempuh jarak 1–10 kilometer dengan rata-rata pengurangan emisi mencapai 1,65 kg CO₂e per pegawai.
General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar rutinitas, melainkan transformasi pola pikir.
“Clean Energy Day menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama bahwa perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar. Tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi efisiensi dan keberlanjutan kinerja perusahaan,” ujarnya.
Penerapan program ini juga membawa perubahan suasana di lingkungan kantor setiap hari Jumat. Area perkantoran kini lebih lengang dari kendaraan berbahan bakar fosil setelah diberlakukannya pembatasan akses bagi kendaraan non-listrik. Meski demikian, aktivitas kerja tetap berlangsung optimal tanpa hambatan berarti.
Melalui Clean Energy Day, PLN UIP Sulawesi optimistis dapat terus memperkuat budaya kerja yang mendukung transisi energi nasional. Inisiatif ini menunjukkan bahwa penerapan gaya hidup ramah lingkungan dapat berjalan selaras dengan profesionalisme serta produktivitas yang tinggi.
Program yang telah berlangsung selama tiga pekan ini melibatkan seluruh insan PLN, mulai dari jajaran manajemen hingga pegawai di Kantor Induk maupun Unit Pelaksana Proyek (UPP). Dalam gerakan ini, pegawai didorong untuk meninggalkan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) dan beralih ke moda transportasi ramah lingkungan seperti berjalan kaki,
bersepeda, atau menggunakan kendaraan listrik (EV).Berdasarkan data pelaporan pegawai melalui aplikasi PLN Click, selama tiga pekan pelaksanaan, mayoritas partisipan menempuh jarak 1–10 kilometer dengan rata-rata pengurangan emisi mencapai 1,65 kg CO₂e per pegawai.
General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar rutinitas, melainkan transformasi pola pikir.
“Clean Energy Day menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama bahwa perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar. Tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi efisiensi dan keberlanjutan kinerja perusahaan,” ujarnya.
Penerapan program ini juga membawa perubahan suasana di lingkungan kantor setiap hari Jumat. Area perkantoran kini lebih lengang dari kendaraan berbahan bakar fosil setelah diberlakukannya pembatasan akses bagi kendaraan non-listrik. Meski demikian, aktivitas kerja tetap berlangsung optimal tanpa hambatan berarti.
Melalui Clean Energy Day, PLN UIP Sulawesi optimistis dapat terus memperkuat budaya kerja yang mendukung transisi energi nasional. Inisiatif ini menunjukkan bahwa penerapan gaya hidup ramah lingkungan dapat berjalan selaras dengan profesionalisme serta produktivitas yang tinggi.
(tri)