Pemkab Gowa Dukung Program Desa Cantik BPS untuk Perkuat Data Desa
Herni Amir
Jum'at, 01 Mei 2026 - 17:36 WIB
Sosialisasi dan Pencanangan Program Desa Cantik (Cinta Statistik) yang dirangkaikan dengan persiapan Sensus Ekonomi 2026. Foto: Istimewa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mendukung upaya Badan Pusat Statistik (BPS) dalam meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan berbasis data di tingkat desa.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui fasilitasi Sosialisasi dan Pencanangan Program Desa Cantik (Cinta Statistik) yang dirangkaikan dengan persiapan Sensus Ekonomi 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Camat Bontomarannu, Kamis (30/4).
Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, menegaskan bahwa data merupakan instrumen vital dalam pembangunan daerah. Tanpa data yang akurat, kebijakan berpotensi tidak tepat sasaran.
“Program Desa Cantik ini hadir bukan sekadar seremonial, melainkan upaya strategis untuk memberikan pemahaman pentingnya data statistik sektoral di tingkat desa, sekaligus meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan data,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, data berkualitas menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang efektif. Melalui program ini, desa diharapkan mampu mengelola data secara mandiri sehingga perencanaan pembangunan berbasis data dapat dimulai dari tingkat desa.
Terkait Sensus Ekonomi 2026, Andy Azis menilai kegiatan tersebut penting untuk memastikan kesiapan seluruh pihak.
“Ini akan menjadi potret menyeluruh perekonomian kita. Sehingga dukungan kepala desa, lurah, dan agen statistik di Kecamatan Bontomarannu sangat dibutuhkan agar seluruh pelaku ekonomi dapat terdata secara jujur dan akurat,” harapnya.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui fasilitasi Sosialisasi dan Pencanangan Program Desa Cantik (Cinta Statistik) yang dirangkaikan dengan persiapan Sensus Ekonomi 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Camat Bontomarannu, Kamis (30/4).
Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, menegaskan bahwa data merupakan instrumen vital dalam pembangunan daerah. Tanpa data yang akurat, kebijakan berpotensi tidak tepat sasaran.
“Program Desa Cantik ini hadir bukan sekadar seremonial, melainkan upaya strategis untuk memberikan pemahaman pentingnya data statistik sektoral di tingkat desa, sekaligus meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan data,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, data berkualitas menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang efektif. Melalui program ini, desa diharapkan mampu mengelola data secara mandiri sehingga perencanaan pembangunan berbasis data dapat dimulai dari tingkat desa.
Terkait Sensus Ekonomi 2026, Andy Azis menilai kegiatan tersebut penting untuk memastikan kesiapan seluruh pihak.
“Ini akan menjadi potret menyeluruh perekonomian kita. Sehingga dukungan kepala desa, lurah, dan agen statistik di Kecamatan Bontomarannu sangat dibutuhkan agar seluruh pelaku ekonomi dapat terdata secara jujur dan akurat,” harapnya.