118 Pedagang Pasar Pamos Bongkar Lapak Secara Mandiri
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Rabu, 06 Mei 2026 - 12:28 WIB
Proses pembongkaran lapak pedagang secara mandiri oleh pemilik dibantu petugas gabungan. Foto: Istimewa
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memilih jalan yang lebih humanis melalui edukasi dan pendekatan persuasif dalam menata pedagang di setiap kecamatan.
Upaya ini tidak sekadar berorientasi pada penertiban, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa ruang publik, fasum dan fasos, harus dikembalikan pada fungsinya demi kepentingan bersama. Langkah tersebut tampak nyata di Kecamatan Mamajang.
Aparat kecamatan bersama pihak kelurahan sejak jauh hari telah turun langsung melakukan dialog intensif dengan para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di atas lahan fasilitas umum di kawasan Pasar Pamos, Kelurahan Sambung Jawa.
Pendekatan yang mengedepankan komunikasi ini membuahkan hasil signifikan. Sebanyak 118 pedagang dengan kesadaran sendiri membongkar lapak mereka tanpa harus melalui proses penertiban.
Camat Mamajang, M. Rizal ZR, mengungkapkan bahwa dari total 118 pedagang tersebut, sebagian besar telah dipindahkan ke kawasan Pasar Sambung Jawa dan Pasar Senggol untuk tetap melanjutkan aktivitas usahanya secara lebih tertata.
"Total ada 118 pedagang yang terdata dan semuanya membongkar lapaknya secara mandiri tanpa penertiban. Ini hasil dari pendekatan persuasif yang kami lakukan," ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Lebih lanjut, Rizal menjelaskan dari jumlah 118 kios tersebut, terdapat 13 unit bangunan permanen yang turut dibongkar.
Upaya ini tidak sekadar berorientasi pada penertiban, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa ruang publik, fasum dan fasos, harus dikembalikan pada fungsinya demi kepentingan bersama. Langkah tersebut tampak nyata di Kecamatan Mamajang.
Aparat kecamatan bersama pihak kelurahan sejak jauh hari telah turun langsung melakukan dialog intensif dengan para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di atas lahan fasilitas umum di kawasan Pasar Pamos, Kelurahan Sambung Jawa.
Pendekatan yang mengedepankan komunikasi ini membuahkan hasil signifikan. Sebanyak 118 pedagang dengan kesadaran sendiri membongkar lapak mereka tanpa harus melalui proses penertiban.
Camat Mamajang, M. Rizal ZR, mengungkapkan bahwa dari total 118 pedagang tersebut, sebagian besar telah dipindahkan ke kawasan Pasar Sambung Jawa dan Pasar Senggol untuk tetap melanjutkan aktivitas usahanya secara lebih tertata.
"Total ada 118 pedagang yang terdata dan semuanya membongkar lapaknya secara mandiri tanpa penertiban. Ini hasil dari pendekatan persuasif yang kami lakukan," ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Lebih lanjut, Rizal menjelaskan dari jumlah 118 kios tersebut, terdapat 13 unit bangunan permanen yang turut dibongkar.