Pemkab Gowa Ingatkan ASN Waspada Phishing hingga Ransomware
Herni Amir
Jum'at, 08 Mei 2026 - 09:49 WIB
Webinar Peningkatan Cyber Security Awareness Aparatur Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa Tahun 2026. Foto: SINDO Makassar/Herni Amir
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DiskominfoSP) Kabupaten Gowa menggelar Webinar Peningkatan Cyber Security Awareness Aparatur Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Peace Room Kantor Bupati Gowa, Kamis (7/5), ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat transformasi digital melalui peningkatan kesadaran keamanan siber bagi aparatur sipil negara (ASN).
Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, saat membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa percepatan implementasi pemerintahan digital harus dibarengi dengan penguatan budaya keamanan siber di seluruh lini pelayanan publik. Menurutnya, ancaman siber seperti phishing, pembajakan akun, hingga ransomware kini menjadi tantangan nyata yang perlu diantisipasi seluruh ASN.
"Semakin tinggi ketergantungan kita pada teknologi, maka semakin tinggi pula risiko ancaman siber yang kita hadapi. Karena itu, keamanan siber harus menjadi budaya dan gaya hidup kerja ASN," ujarnya.
Ia menjelaskan, sebagian besar insiden kebocoran data terjadi akibat human error atau kelalaian pengguna, bukan semata karena lemahnya sistem digital. Kesalahan kecil seperti membagikan kata sandi atau mengklik tautan palsu dapat berdampak besar terhadap sistem pelayanan pemerintahan.
Andy Azis juga mengapresiasi tema webinar bertajuk “Satu Langkah Lebih Nyaman: Budaya Keamanan Siber sebagai Gaya Hidup Kerja ASN”. Menurutnya, keamanan siber bukan aturan yang membatasi ruang gerak pegawai, melainkan kebutuhan yang memberikan rasa aman dan nyaman dalam bekerja.
Sementara itu, Kepala Dinas KominfoSP Kabupaten Gowa, Emy Pratiwi Luthfy, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membangun literasi dan kepedulian aparatur terhadap pentingnya menjaga aset digital pemerintah daerah.
Kegiatan yang berlangsung di Peace Room Kantor Bupati Gowa, Kamis (7/5), ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat transformasi digital melalui peningkatan kesadaran keamanan siber bagi aparatur sipil negara (ASN).
Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, saat membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa percepatan implementasi pemerintahan digital harus dibarengi dengan penguatan budaya keamanan siber di seluruh lini pelayanan publik. Menurutnya, ancaman siber seperti phishing, pembajakan akun, hingga ransomware kini menjadi tantangan nyata yang perlu diantisipasi seluruh ASN.
"Semakin tinggi ketergantungan kita pada teknologi, maka semakin tinggi pula risiko ancaman siber yang kita hadapi. Karena itu, keamanan siber harus menjadi budaya dan gaya hidup kerja ASN," ujarnya.
Ia menjelaskan, sebagian besar insiden kebocoran data terjadi akibat human error atau kelalaian pengguna, bukan semata karena lemahnya sistem digital. Kesalahan kecil seperti membagikan kata sandi atau mengklik tautan palsu dapat berdampak besar terhadap sistem pelayanan pemerintahan.
Andy Azis juga mengapresiasi tema webinar bertajuk “Satu Langkah Lebih Nyaman: Budaya Keamanan Siber sebagai Gaya Hidup Kerja ASN”. Menurutnya, keamanan siber bukan aturan yang membatasi ruang gerak pegawai, melainkan kebutuhan yang memberikan rasa aman dan nyaman dalam bekerja.
Sementara itu, Kepala Dinas KominfoSP Kabupaten Gowa, Emy Pratiwi Luthfy, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membangun literasi dan kepedulian aparatur terhadap pentingnya menjaga aset digital pemerintah daerah.