Pertamina Sulawesi Perkuat Budaya Kerja Sehat lewat Mental Health Day 2026
Tri Yari Kurniawan
Sabtu, 09 Mei 2026 - 08:15 WIB
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi. menggelar Mental Health Day 2026 yang dirangkaikan dengan Stress Management Program, dan beberapa program kesehatan lain. Foto/Istimewa
Upaya menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif terus dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi. Salah satunya melalui penyelenggaraan Mental Health Day 2026 yang dirangkaikan dengan Stress Management Program, Opening Smoking Cessation Program, serta Sleep Management Program pada 7–8 Mei 2026 di Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kesadaran pentingnya kesehatan mental di lingkungan kerja. Program tersebut diikuti oleh Perwira dan mitra kerja Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui beragam aktivitas edukatif dan interaktif.
Dalam rangkaian kegiatan, peserta mendapatkan sesi edukasi dan diskusi bersama dokter spesialis kedokteran jiwa dr. Erickson Arthur Siahaan. Selain itu, tersedia pula berbagai aktivitas pendukung seperti financial planning & consultation, coffee making class, flower arrangement class, perfumery workshop, hingga counselling corner yang dirancang untuk membantu peserta mengenali sekaligus mengelola stres secara lebih sehat dan produktif.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, menegaskan bahwa perhatian terhadap kesehatan mental merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang berkelanjutan.
“Tantangan pekerjaan hari ini tidak hanya menuntut performa, tetapi juga kesiapan mental yang sehat dan seimbang. Karena itu, perusahaan ingin memastikan setiap pekerja memiliki ruang untuk menjaga kesehatan mentalnya, mengelola stres dengan baik, dan tetap produktif tanpa mengabaikan kualitas hidup. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi energi positif bagi seluruh Perwira dan mitra kerja,” ujar Deny.
Senada dengan itu, Area Manager Medical Sulawesi, Sitti Maswaeni, menyebut kesehatan mental memiliki pengaruh besar terhadap kualitas kerja tim secara keseluruhan.
“Kesehatan mental sering kali baru disadari ketika seseorang sudah berada di titik lelah. Padahal, menjaga kesehatan mental perlu dilakukan sejak dini dan menjadi bagian dari keseharian. Lingkungan kerja yang sehat dimulai dari tim yang mampu saling mendukung, mengenali tekanan kerja, dan berani mencari bantuan ketika dibutuhkan,” jelas Sitti Maswaeni dalam sambutannya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kesadaran pentingnya kesehatan mental di lingkungan kerja. Program tersebut diikuti oleh Perwira dan mitra kerja Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui beragam aktivitas edukatif dan interaktif.
Dalam rangkaian kegiatan, peserta mendapatkan sesi edukasi dan diskusi bersama dokter spesialis kedokteran jiwa dr. Erickson Arthur Siahaan. Selain itu, tersedia pula berbagai aktivitas pendukung seperti financial planning & consultation, coffee making class, flower arrangement class, perfumery workshop, hingga counselling corner yang dirancang untuk membantu peserta mengenali sekaligus mengelola stres secara lebih sehat dan produktif.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, menegaskan bahwa perhatian terhadap kesehatan mental merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang berkelanjutan.
“Tantangan pekerjaan hari ini tidak hanya menuntut performa, tetapi juga kesiapan mental yang sehat dan seimbang. Karena itu, perusahaan ingin memastikan setiap pekerja memiliki ruang untuk menjaga kesehatan mentalnya, mengelola stres dengan baik, dan tetap produktif tanpa mengabaikan kualitas hidup. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi energi positif bagi seluruh Perwira dan mitra kerja,” ujar Deny.
Senada dengan itu, Area Manager Medical Sulawesi, Sitti Maswaeni, menyebut kesehatan mental memiliki pengaruh besar terhadap kualitas kerja tim secara keseluruhan.
“Kesehatan mental sering kali baru disadari ketika seseorang sudah berada di titik lelah. Padahal, menjaga kesehatan mental perlu dilakukan sejak dini dan menjadi bagian dari keseharian. Lingkungan kerja yang sehat dimulai dari tim yang mampu saling mendukung, mengenali tekanan kerja, dan berani mencari bantuan ketika dibutuhkan,” jelas Sitti Maswaeni dalam sambutannya.