XLSMART Latih Talenta Digital Muda, 25 Ribu Siswa Ikut Kelas Cerdas Digital
Tri Yari Kurniawan
Sabtu, 09 Mei 2026 - 11:23 WIB
Upaya memperkuat kemampuan digital generasi muda terus dilakukan XLSMART melalui program Teman Pintar dalam momentum Hari Pendidikan Nasional 2026. Foto/Istimewa
Upaya memperkuat kemampuan digital generasi muda terus dilakukan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui program Teman Pintar dalam momentum Hari Pendidikan Nasional 2026. Salah satu program unggulannya, Kelas Cerdas Digital (KCD), kini telah menjangkau lebih dari 50 kota dan kabupaten di Indonesia dengan melibatkan sekitar 25.640 peserta dari 113 sekolah berbagai jenjang pendidikan.
Program tersebut menggabungkan perluasan akses internet lewat Gerakan Donasi Kuota (GDK) dengan penguatan kompetensi melalui Kelas Cerdas Digital. Melalui pendekatan ini, XLSMART ingin memastikan konektivitas yang tersedia dapat memberikan dampak nyata melalui peningkatan keterampilan dan produktivitas digital generasi muda.
Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, mengatakan kesenjangan digital hari ini tidak lagi hanya berbicara mengenai ketersediaan jaringan, tetapi tentang bagaimana akses tersebut dapat dikonversi menjadi kompetensi, kreativitas, dan produktivitas.
"Karena itu, melalui Teman Pintar, kami menghadirkan pendekatan end-to-end mulai dari penyediaan akses melalui Gerakan Donasi Kuota hingga penguatan kapabilitas melalui Kelas Cerdas Digital agar setiap koneksi yang kami hadirkan mampu menciptakan nilai dan dampak yang berkelanjutan," tuturnya.
Merza menambahkan, pihaknya ingin generasi muda Indonesia tidak berhenti sebagai user, tetapi mampu naik kelas menjadi creator dan talenta digital yang siap berpartisipasi dalam ekonomi digital.
"Pendekatan ini kami bangun agar akses dapat meningkatkan literasi, dan literasi mampu menghasilkan output yang terukur baik dalam bentuk keterampilan, karya, maupun produktivitas digital yang relevan dengan kebutuhan masa depan," tuturnya.
Sebagai bagian dari implementasi program, XLSMART menggelar Workshop Kelas Cerdas Digital di Boyolali dengan melibatkan sekitar 100 siswa dari lima sekolah, yakni SMAN 1 Boyolali, SMKN 1 Boyolali, SMKN 1 Banyudono, SMK Muhammadiyah 4 Boyolali, dan SMK Ganesha Tama Boyolali. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan digital praktis para pelajar, mulai dari literasi digital dasar hingga pembuatan konten kreatif berbasis potensi lokal.
Program tersebut menggabungkan perluasan akses internet lewat Gerakan Donasi Kuota (GDK) dengan penguatan kompetensi melalui Kelas Cerdas Digital. Melalui pendekatan ini, XLSMART ingin memastikan konektivitas yang tersedia dapat memberikan dampak nyata melalui peningkatan keterampilan dan produktivitas digital generasi muda.
Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, mengatakan kesenjangan digital hari ini tidak lagi hanya berbicara mengenai ketersediaan jaringan, tetapi tentang bagaimana akses tersebut dapat dikonversi menjadi kompetensi, kreativitas, dan produktivitas.
"Karena itu, melalui Teman Pintar, kami menghadirkan pendekatan end-to-end mulai dari penyediaan akses melalui Gerakan Donasi Kuota hingga penguatan kapabilitas melalui Kelas Cerdas Digital agar setiap koneksi yang kami hadirkan mampu menciptakan nilai dan dampak yang berkelanjutan," tuturnya.
Merza menambahkan, pihaknya ingin generasi muda Indonesia tidak berhenti sebagai user, tetapi mampu naik kelas menjadi creator dan talenta digital yang siap berpartisipasi dalam ekonomi digital.
"Pendekatan ini kami bangun agar akses dapat meningkatkan literasi, dan literasi mampu menghasilkan output yang terukur baik dalam bentuk keterampilan, karya, maupun produktivitas digital yang relevan dengan kebutuhan masa depan," tuturnya.
Sebagai bagian dari implementasi program, XLSMART menggelar Workshop Kelas Cerdas Digital di Boyolali dengan melibatkan sekitar 100 siswa dari lima sekolah, yakni SMAN 1 Boyolali, SMKN 1 Boyolali, SMKN 1 Banyudono, SMK Muhammadiyah 4 Boyolali, dan SMK Ganesha Tama Boyolali. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan digital praktis para pelajar, mulai dari literasi digital dasar hingga pembuatan konten kreatif berbasis potensi lokal.