Wakapolda Sulsel dan Pejabat Utama Polda Sulsel Berganti
Tim SINDOmakassar
Senin, 11 Mei 2026 - 13:10 WIB
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto. Foto: Istimewa
Mabes Polri kembali melakukan mutasi dan rotasi jabatan terhadap sejumlah pejabat di lingkungan Polda Sulawesi Selatan. Rotasi tersebut meliputi Wakapolda Sulsel hingga Pejabat Utama (PJU) Polda Sulsel sebagai bagian dari dinamika organisasi.
Mutasi itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/960/V/KEP./2026 tanggal 7 Mei 2026.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, menyampaikan mutasi jabatan merupakan hal yang lumrah dalam tubuh Polri. Selain sebagai bentuk pembinaan karier, mutasi juga dilakukan untuk penyegaran organisasi dan peningkatan kinerja.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya apabila ada pihak yang mengaku sebagai pejabat Polri dan meminta sesuatu. Jika menemukan hal mencurigakan, segera laporkan kepada Kepolisian terdekat,” tegasnya dalam keterangannya, Minggu (10/5/2026).
Didik menjelaskan, kebijakan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kelembagaan Polri serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan tugas, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Sulawesi Selatan.
Dalam mutasi tersebut, Brigjen Pol Nasri yang sebelumnya menjabat Wakapolda Sulsel diangkat menjadi Kapolda Sulawesi Tengah. Posisi Wakapolda Sulsel selanjutnya diisi Brigjen Pol Dr Gidion Arif Setyawan yang sebelumnya menjabat Wakapolda Sulawesi Tenggara.
Di jajaran Pejabat Utama Polda Sulsel, Kombes Pol Dr Andri Ananta Yudhistira yang sebelumnya menjabat Dirreskrimsus Polda Sulsel diangkat menjadi Wadirtipideksus Bareskrim Polri. Posisi itu kemudian diisi Kombes Pol Taufik Herdiansyah Zeinardi yang sebelumnya menjabat Analis Kebijakan Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri.
Mutasi itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/960/V/KEP./2026 tanggal 7 Mei 2026.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, menyampaikan mutasi jabatan merupakan hal yang lumrah dalam tubuh Polri. Selain sebagai bentuk pembinaan karier, mutasi juga dilakukan untuk penyegaran organisasi dan peningkatan kinerja.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya apabila ada pihak yang mengaku sebagai pejabat Polri dan meminta sesuatu. Jika menemukan hal mencurigakan, segera laporkan kepada Kepolisian terdekat,” tegasnya dalam keterangannya, Minggu (10/5/2026).
Didik menjelaskan, kebijakan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kelembagaan Polri serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan tugas, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Sulawesi Selatan.
Dalam mutasi tersebut, Brigjen Pol Nasri yang sebelumnya menjabat Wakapolda Sulsel diangkat menjadi Kapolda Sulawesi Tengah. Posisi Wakapolda Sulsel selanjutnya diisi Brigjen Pol Dr Gidion Arif Setyawan yang sebelumnya menjabat Wakapolda Sulawesi Tenggara.
Di jajaran Pejabat Utama Polda Sulsel, Kombes Pol Dr Andri Ananta Yudhistira yang sebelumnya menjabat Dirreskrimsus Polda Sulsel diangkat menjadi Wadirtipideksus Bareskrim Polri. Posisi itu kemudian diisi Kombes Pol Taufik Herdiansyah Zeinardi yang sebelumnya menjabat Analis Kebijakan Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri.