BRI Panakkukang Gelar Simulasi Kebakaran, Pegawai Dilatih Tanggap Darurat
Tri Yari Kurniawan
Selasa, 19 Mei 2026 - 11:24 WIB
Kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat terus diperkuat oleh BRI Branch Office (BO) Panakkukang melalui simulasi penanganan kebakaran. Foto/Istimewa
Kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat terus diperkuat oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO) Panakkukang melalui simulasi penanganan kebakaran yang melibatkan seluruh pekerja dan petugas penunjang operasional di lingkungan kantor.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diperagakan prosedur evakuasi saat kebakaran terjadi, cara penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), hingga langkah penyelamatan dokumen serta aset penting perusahaan. Seluruh pegawai juga diarahkan memahami jalur evakuasi dan titik kumpul aman guna meminimalkan risiko saat situasi darurat berlangsung.
Petugas Penunjang Operasional (PPO) Logistik BRI BO Panakkukang, Hilman, mengatakan simulasi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun budaya kerja yang mengedepankan keselamatan dan kewaspadaan.
Menurutnya, pelatihan secara rutin penting dilakukan agar setiap pekerja memahami langkah cepat yang harus diambil ketika menghadapi potensi kebakaran di area kerja. Selain itu, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana evaluasi terhadap kesiapan fasilitas pendukung keselamatan di kantor.
“Melalui simulasi ini, pegawai diharapkan lebih sigap dan tidak panik ketika menghadapi kondisi darurat. Keselamatan pekerja dan nasabah menjadi prioritas utama,” ujar Hilman, Senin, 18 Mei 2026.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas keamanan, melainkan seluruh pekerja di lingkungan kantor. Karena itu, pelatihan dan simulasi akan terus dilaksanakan secara berkala.
Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Simulasi tersebut juga menjadi bagian dari komitmen BRI dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, serta tanggap terhadap potensi bencana maupun keadaan darurat lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diperagakan prosedur evakuasi saat kebakaran terjadi, cara penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), hingga langkah penyelamatan dokumen serta aset penting perusahaan. Seluruh pegawai juga diarahkan memahami jalur evakuasi dan titik kumpul aman guna meminimalkan risiko saat situasi darurat berlangsung.
Petugas Penunjang Operasional (PPO) Logistik BRI BO Panakkukang, Hilman, mengatakan simulasi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun budaya kerja yang mengedepankan keselamatan dan kewaspadaan.
Menurutnya, pelatihan secara rutin penting dilakukan agar setiap pekerja memahami langkah cepat yang harus diambil ketika menghadapi potensi kebakaran di area kerja. Selain itu, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana evaluasi terhadap kesiapan fasilitas pendukung keselamatan di kantor.
“Melalui simulasi ini, pegawai diharapkan lebih sigap dan tidak panik ketika menghadapi kondisi darurat. Keselamatan pekerja dan nasabah menjadi prioritas utama,” ujar Hilman, Senin, 18 Mei 2026.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas keamanan, melainkan seluruh pekerja di lingkungan kantor. Karena itu, pelatihan dan simulasi akan terus dilaksanakan secara berkala.
Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Simulasi tersebut juga menjadi bagian dari komitmen BRI dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, serta tanggap terhadap potensi bencana maupun keadaan darurat lainnya.
(tri)