Wakil Rektor IV UMI Jadi Narasumber Seminar Komunikasi dan Dakwah KPI FAI UMI
Tim SINDOmakassar
Selasa, 19 Mei 2026 - 14:47 WIB
Wakil Rektor IV Universitas Muslim Indonesia, Dr Muhammad Ishaq Samad, tampil sebagai narasumber dalam Seminar Komunikasi dan Dakwah pada kegiatan KOPIS.FEST. Foto: Istimewa
Wakil Rektor IV Universitas Muslim Indonesia, Dr Muhammad Ishaq Samad, tampil sebagai narasumber dalam Seminar Komunikasi dan Dakwah pada kegiatan KOPIS.FEST yang mengangkat tema “Optimalisasi Peran Komunikasi dan Penyiaran Islam di Era Digital: Edukasi, Advokasi, Kreativitas dan Literasi Media”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Fakultas Agama Islam UMI, Selasa, 19 Mei 2026.
Dalam pemaparannya, Dr Muhammad Ishaq Samad menegaskan bahwa perkembangan era digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang besar bagi mahasiswa dan insan dakwah untuk menghadirkan komunikasi Islam yang moderat, edukatif, dan mencerahkan masyarakat.
Menurutnya, dakwah digital saat ini tidak cukup hanya menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga harus mampu membangun literasi media, menangkal hoaks, serta menghadirkan konten kreatif yang bernilai islami dan humanis.
Ia menjelaskan bahwa mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam membangun ruang digital yang sehat dan beretika. Karena itu, penguasaan teknologi komunikasi, kemampuan advokasi sosial, serta kreativitas dalam produksi konten menjadi kebutuhan penting di tengah derasnya arus informasi saat ini.
“Media digital harus dimanfaatkan sebagai sarana edukasi umat dan penguatan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil alamin. Generasi muda harus hadir sebagai komunikator dakwah yang cerdas, santun, dan mampu memberikan solusi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan seminar berlangsung interaktif dengan dihadiri mahasiswa, dosen, dan peserta KOPIS.FEST yang antusias mengikuti diskusi mengenai perkembangan komunikasi Islam di era media digital. Seminar ini diharapkan dapat memperkuat wawasan dan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dakwah dan komunikasi modern yang terus berkembang.
Dalam pemaparannya, Dr Muhammad Ishaq Samad menegaskan bahwa perkembangan era digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang besar bagi mahasiswa dan insan dakwah untuk menghadirkan komunikasi Islam yang moderat, edukatif, dan mencerahkan masyarakat.
Menurutnya, dakwah digital saat ini tidak cukup hanya menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga harus mampu membangun literasi media, menangkal hoaks, serta menghadirkan konten kreatif yang bernilai islami dan humanis.
Ia menjelaskan bahwa mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam membangun ruang digital yang sehat dan beretika. Karena itu, penguasaan teknologi komunikasi, kemampuan advokasi sosial, serta kreativitas dalam produksi konten menjadi kebutuhan penting di tengah derasnya arus informasi saat ini.
“Media digital harus dimanfaatkan sebagai sarana edukasi umat dan penguatan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil alamin. Generasi muda harus hadir sebagai komunikator dakwah yang cerdas, santun, dan mampu memberikan solusi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan seminar berlangsung interaktif dengan dihadiri mahasiswa, dosen, dan peserta KOPIS.FEST yang antusias mengikuti diskusi mengenai perkembangan komunikasi Islam di era media digital. Seminar ini diharapkan dapat memperkuat wawasan dan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dakwah dan komunikasi modern yang terus berkembang.
(gus)