PLN UIP Sulawesi Dorong Budaya Green Office Lewat Gerakan Biopori & Komposter
Tri Yari Kurniawan
Senin, 25 Mei 2026 - 12:28 WIB
Dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati yang diperingati setiap 22 Mei, PLN UIP Sulawesi menggelar Gerakan Biopori dan Komposter di lingkungan kantor. Foto/Istimewa
Dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati yang diperingati setiap 22 Mei, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi menggelar Gerakan Biopori dan Komposter di lingkungan kantor PLN UIP Sulawesi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong penerapan budaya kerja ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut melibatkan partisipasi aktif pegawai PLN UIP Sulawesi melalui pembuatan lubang biopori di sejumlah titik area kantor. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan daya resap air sekaligus mengurangi potensi genangan di lingkungan kerja.
Selain itu, PLN UIP Sulawesi juga mengoptimalkan pengelolaan sampah organik melalui pemanfaatan komposter ember. Sisa makanan dan limbah organik diolah menjadi pupuk kompos yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan tanah.
Gerakan ini turut dihadiri jajaran manajemen, termasuk General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha. Kehadiran manajemen menjadi bentuk dukungan terhadap implementasi budaya kerja berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada operasional kelistrikan, tetapi juga pelestarian lingkungan hidup.
General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengatakan bahwa gerakan tersebut merupakan langkah sederhana yang memiliki dampak jangka panjang bagi lingkungan.
“Melalui Gerakan Biopori dan Komposter ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Upaya kecil seperti pengelolaan sampah organik dan peningkatan resapan air dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keanekaragaman hayati di sekitar kita,” ujarnya.
Ke depan, PLN UIP Sulawesi berkomitmen terus mendorong penerapan prinsip Green Office secara berkelanjutan, termasuk optimalisasi pengelolaan limbah dan peningkatan kualitas lingkungan kerja.
Kegiatan tersebut melibatkan partisipasi aktif pegawai PLN UIP Sulawesi melalui pembuatan lubang biopori di sejumlah titik area kantor. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan daya resap air sekaligus mengurangi potensi genangan di lingkungan kerja.
Selain itu, PLN UIP Sulawesi juga mengoptimalkan pengelolaan sampah organik melalui pemanfaatan komposter ember. Sisa makanan dan limbah organik diolah menjadi pupuk kompos yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan tanah.
Gerakan ini turut dihadiri jajaran manajemen, termasuk General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha. Kehadiran manajemen menjadi bentuk dukungan terhadap implementasi budaya kerja berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada operasional kelistrikan, tetapi juga pelestarian lingkungan hidup.
General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengatakan bahwa gerakan tersebut merupakan langkah sederhana yang memiliki dampak jangka panjang bagi lingkungan.
“Melalui Gerakan Biopori dan Komposter ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Upaya kecil seperti pengelolaan sampah organik dan peningkatan resapan air dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keanekaragaman hayati di sekitar kita,” ujarnya.
Ke depan, PLN UIP Sulawesi berkomitmen terus mendorong penerapan prinsip Green Office secara berkelanjutan, termasuk optimalisasi pengelolaan limbah dan peningkatan kualitas lingkungan kerja.