Usia 20 Tahun Selesaikan Master, Anak Makassar Pidato Kelulusan Wakili Alumni Harvard University
Tim SINDOmakassar
Jum'at, 29 Mei 2026 - 09:17 WIB
Allegra Jade Dreanda Isdar memberikan speechnya sebagai student speaker dalam Convocation Ceremony di Harvard University. Foto: Istimewa
Hari Rabu tanggal 27 Mei 2026, sekitar jam 15.30 waktu Cambridge, Massachusetts USA, seorang anak Indonesia berdarah Makassar bernama Allegra Jade Dreanda Isdar memberikan speechnya sebagai student speaker dalam Convocation Ceremony di Harvard University.
Diperkenalkan sebagai mahasiswa master degree dan menyelesaikan studinya dalam usia 20 tahun membuat banyak orang berdecak kagum termasuk para dosen dan lulusan serta keluarganya.
Allegra dalam usia yang sangat belia telah menunjukkan karya nyata dengan beberapa hal yang bisa disebut sebagai riset soal higenitas wanita di Indonesia, menjadi therapist untuk anak-anak autistik serta menjadi researcher konsultan membantu program UNICEF di Papua, Indonesia.
Allegra dalam pidatonya menceritakan pengalamannya menjadi konsultan untuk UNICEF Papua tersebut. Intinya apa yang dipikirkan pertama kali sebagai solusi masalah pendidikan terkadang terlalu simpel dan menggampangkan.
"Pada kenyataannya masalah pendidikan itu berlapis, kompleks dan multi dimensional. Manusia harus menjadi subyek dan bukan obyek," kata dia dalam pidato.
Allegra mengajak para lulusan Harvard ini untuk berani melihat lagi apa yang dipikirkan pertama kali sebagai solusi dan menelaahnya dan berani mengakui dan melakukan solusi terbaik sesudah dipikirkan dengan matang.
Allegra yang mengenakan pakaian khas Indonesia kebaya berwarna baby pink tampil memukau di hadapan ribuan audiens di Harvard Graduate School of Education. Allegra lulus menjadi Master Degree dalam bidang Education and Human Development.
Diperkenalkan sebagai mahasiswa master degree dan menyelesaikan studinya dalam usia 20 tahun membuat banyak orang berdecak kagum termasuk para dosen dan lulusan serta keluarganya.
Allegra dalam usia yang sangat belia telah menunjukkan karya nyata dengan beberapa hal yang bisa disebut sebagai riset soal higenitas wanita di Indonesia, menjadi therapist untuk anak-anak autistik serta menjadi researcher konsultan membantu program UNICEF di Papua, Indonesia.
Allegra dalam pidatonya menceritakan pengalamannya menjadi konsultan untuk UNICEF Papua tersebut. Intinya apa yang dipikirkan pertama kali sebagai solusi masalah pendidikan terkadang terlalu simpel dan menggampangkan.
"Pada kenyataannya masalah pendidikan itu berlapis, kompleks dan multi dimensional. Manusia harus menjadi subyek dan bukan obyek," kata dia dalam pidato.
Allegra mengajak para lulusan Harvard ini untuk berani melihat lagi apa yang dipikirkan pertama kali sebagai solusi dan menelaahnya dan berani mengakui dan melakukan solusi terbaik sesudah dipikirkan dengan matang.
Allegra yang mengenakan pakaian khas Indonesia kebaya berwarna baby pink tampil memukau di hadapan ribuan audiens di Harvard Graduate School of Education. Allegra lulus menjadi Master Degree dalam bidang Education and Human Development.