home news

Dari Sila ke Sila, dari Jiwa ke Jiwa: Menyulam Indonesia dalam Cahaya Tauhid

Senin, 01 Juni 2026 - 06:10 WIB
Muh Ikhsan AR, Direktur Pusat Studi Pancasila dan Konstitusi [PUNCAK] IAIN Kendari. Foto: Istimewa
Oleh: Muh Ikhsan AR

(Direktur Pusat Studi Pancasila dan Konstitusi [PUNCAK] IAIN Kendari)

TANGGAL 1 Juni bukan sekadar penanda lahirnya Pancasila. Ia adalah momentum untuk bertanya kepada diri sendiri: sejauh mana nilai-nilai Pancasila masih hidup dalam kesadaran kita sebagai bangsa? Apakah Pancasila hanya menjadi teks yang dibacakan dalam upacara, atau telah menjelma menjadi napas yang menghidupkan perilaku sosial, politik, ekonomi, dan budaya kita?

Pada usia ke-81 tahun, Pancasila sesungguhnya sedang mengajak bangsa Indonesia melakukan perjalanan batin: dari sila ke sila, dari jiwa ke jiwa. Sebab, krisis terbesar yang dihadapi bangsa ini bukan semata krisis ekonomi, politik, atau teknologi, melainkan krisis makna dan krisis keteladanan.

Di tengah dunia yang semakin bising oleh polarisasi, kebencian, dan perebutan pengaruh, Pancasila hadir sebagai jalan kebijaksanaan yang mempersatukan. Ia bukan sekadar ideologi negara, tetapi juga etika hidup bersama yang menempatkan manusia sebagai makhluk Tuhan sekaligus makhluk sosial.

Tauhid sebagai Cahaya Persatuan

Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, bukan hanya fondasi konstitusional, melainkan sumber spiritual bagi seluruh bangunan Pancasila.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya