home news

Tokoh Masyarakat Punya Peran Strategis Perkokoh Kerukunan dan Harmoni Umat

Senin, 08 Juni 2026 - 11:08 WIB
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Masjid Mubaligh Indonesia Muttahidah (DPP IMMIM), Dr KH Muhammad Ishaq Samad, menjadi salah satu narasumber. Foto: Istimewa
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Masjid Mubaligh Indonesia Muttahidah (DPP IMMIM), Dr KH Muhammad Ishaq Samad, menjadi salah satu narasumber pada kegiatan Dialog Kerukunan Bagi Tokoh Masyarakat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Makassar Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Lantai 7 Sultan Alauddin Hotel, Senin (8/6/2026).

Dalam dialog yang dihadiri puluhan peserta dari berbagai unsur tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat tersebut, Muhammad Ishaq Samad membawakan materi bertajuk “Peran Tokoh Masyarakat dalam Memperkokoh Kerukunan dan Harmoni Umat di Tengah Keragaman.”

Menurutnya, keragaman suku, budaya, bahasa, dan agama merupakan realitas sosial yang harus dikelola sebagai kekuatan bangsa. Karena itu, tokoh masyarakat memiliki posisi strategis sebagai perekat sosial yang mampu membangun komunikasi, menumbuhkan sikap saling menghormati, serta menjadi teladan dalam menjaga kehidupan yang rukun dan damai.

“Tokoh masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai pemimpin informal, tetapi juga sebagai agen perdamaian yang mampu meredam potensi konflik, memperkuat nilai-nilai moderasi, dan membangun ruang dialog di tengah masyarakat yang majemuk,” ujar Ishaq Samad.

Ia menegaskan bahwa upaya menjaga kerukunan tidak cukup hanya dilakukan melalui regulasi pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan berbagai elemen masyarakat lainnya. Sinergi seluruh pihak menjadi kunci dalam menciptakan suasana yang aman, harmonis, dan saling menghargai.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh peserta untuk terus mengedepankan nilai-nilai toleransi, saling memahami, serta menghindari penyebaran informasi yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat. Menurutnya, di era digital saat ini, tokoh masyarakat dituntut lebih aktif memberikan edukasi dan pencerahan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh hoaks maupun ujaran kebencian.

Kegiatan dialog tersebut turut menghadirkan Ketua FKUB Kota Makassar, Prof Dr Arifuddin Ahmad, yang juga menjadi narasumber utama. Selain itu hadir pula anggota DPRD Kota Makassar, IMukhlis A Misbah, yang memberikan pandangan mengenai pentingnya dukungan kebijakan dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kerukunan umat beragama.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya