Tim Animal Rescue Maros Evakuasi Ular King Kobra 3,5 Meter di Permukiman Warga
Najmi S Limonu
Selasa, 09 Juni 2026 - 12:28 WIB
Anggota Damkar Maros mengevakuasi ular jenis king kobra dari permukiman warga. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
Tim Animal Rescue Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Maros mengevakuasi seekor ular king kobra di permukiman warga di Kecamatan Tanralili.
Evakuasi ular king kobra ini dilakukan usai tim menerima laporan warga Desa Damai, Kecamatan Tanralili yang melihat ular bersembunyi di sela-sela batu dekat rumah warga.
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Informasi dan Data Dinas Pemadam Kebakaran, Ilham Halimsyah mengatakan, untuk mengevakuasi ular king kobra tersebut, Damkar mengirimkan tiga orang anggota Animal Rescue. Dia menambahkan, ular yang ditemukan ini memiliki panjang 3,5 meter.
"Tiga orang anggota diturunkan untuk mengevakuasi ular tersebut. Anggota membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk evakuasi, karena ular sempat masuk ke dalam lubang di sela-sela batu," jelasnya.
Tindakan evakuasi ini memang harus dilakukan secara cepat, untuk memberikan rasa nyaman ke warga. Apalagi kata dia, ular ini berjenis berbisa.
Mantan Lurah Bontoa ini mengatakan, selama kurun waktu Januari hingga Juni ini, total ular yang telah diamankan sekitar 122 ekor. Enam diantaranya merupakan jenis ular king kobra.
"Kegitan evakuasi khusus ular sekitar 122 ekor, dengan jenis ular yang didapat seperti ular sanca kembang, ular kopi, dan ular king cobra," ujarnya kepada wartawan.
Evakuasi ular king kobra ini dilakukan usai tim menerima laporan warga Desa Damai, Kecamatan Tanralili yang melihat ular bersembunyi di sela-sela batu dekat rumah warga.
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Informasi dan Data Dinas Pemadam Kebakaran, Ilham Halimsyah mengatakan, untuk mengevakuasi ular king kobra tersebut, Damkar mengirimkan tiga orang anggota Animal Rescue. Dia menambahkan, ular yang ditemukan ini memiliki panjang 3,5 meter.
"Tiga orang anggota diturunkan untuk mengevakuasi ular tersebut. Anggota membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk evakuasi, karena ular sempat masuk ke dalam lubang di sela-sela batu," jelasnya.
Tindakan evakuasi ini memang harus dilakukan secara cepat, untuk memberikan rasa nyaman ke warga. Apalagi kata dia, ular ini berjenis berbisa.
Mantan Lurah Bontoa ini mengatakan, selama kurun waktu Januari hingga Juni ini, total ular yang telah diamankan sekitar 122 ekor. Enam diantaranya merupakan jenis ular king kobra.
"Kegitan evakuasi khusus ular sekitar 122 ekor, dengan jenis ular yang didapat seperti ular sanca kembang, ular kopi, dan ular king cobra," ujarnya kepada wartawan.