JEC ORBITA Makassar Hadirkan PRESBYOND, Teknologi Koreksi Mata Presbiopia Pertama di Indonesia Timur
Tri Yari Kurniawan
Selasa, 09 Juni 2026 - 17:56 WIB
RS Mata JEC ORBITA Makassar resmi menghadirkan PRESBYOND Laser Blended Vision, teknologi koreksi presbiopia pertama di Indonesia Timur. Foto/Istimewa
RS Mata JEC ORBITA Makassar resmi menghadirkan PRESBYOND Laser Blended Vision, teknologi koreksi presbiopia pertama di Indonesia Timur. Kehadiran inovasi ini memperkuat layanan kesehatan mata berteknologi tinggi di kawasan timur Indonesia sekaligus memberikan pilihan baru bagi masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan dekat akibat pertambahan usia.
Presbiopia merupakan kondisi berkurangnya kemampuan mata untuk fokus pada objek jarak dekat yang umumnya mulai dirasakan setelah usia 40 tahun. Kondisi ini kerap mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari membaca pesan di ponsel, bekerja di depan komputer, hingga membaca dokumen atau menu makanan, sehingga banyak orang bergantung pada kacamata baca.
Kehadiran PRESBYOND dinilai relevan dengan karakteristik demografi Kota Makassar yang memiliki jumlah penduduk usia produktif cukup besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar tahun 2024, jumlah penduduk mencapai sekitar 1,48 juta jiwa dengan 65,74 persen berada pada usia kerja 15–59 tahun.
Selain itu, data Databoks Katadata mencatat terdapat sekitar 971.480 penduduk usia kerja di Makassar pada 2024. Sementara proyeksi UN World Urbanization Prospects 2024 memperkirakan populasi kawasan aglomerasi Makassar akan mencapai sekitar 1,77 juta jiwa pada 2026.
Seiring bertambahnya usia produktif dan lansia, kebutuhan terhadap solusi penglihatan yang optimal menjadi semakin penting. Penglihatan yang nyaman tidak hanya berpengaruh pada aktivitas membaca, tetapi juga produktivitas kerja, penggunaan perangkat digital, komunikasi, dan mobilitas sehari-hari.
Secara global, presbiopia menjadi salah satu masalah kesehatan mata yang paling banyak ditemukan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sekitar 826 juta orang di dunia mengalami gangguan penglihatan dekat akibat presbiopia yang belum tertangani.
Sementara studi yang dipublikasikan dalam jurnal Ophthalmology memperkirakan jumlah penderita presbiopia mencapai 1,8 miliar orang pada 2015 dan berpotensi meningkat menjadi sekitar 2,1 miliar orang pada 2030.
Presbiopia merupakan kondisi berkurangnya kemampuan mata untuk fokus pada objek jarak dekat yang umumnya mulai dirasakan setelah usia 40 tahun. Kondisi ini kerap mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari membaca pesan di ponsel, bekerja di depan komputer, hingga membaca dokumen atau menu makanan, sehingga banyak orang bergantung pada kacamata baca.
Kehadiran PRESBYOND dinilai relevan dengan karakteristik demografi Kota Makassar yang memiliki jumlah penduduk usia produktif cukup besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar tahun 2024, jumlah penduduk mencapai sekitar 1,48 juta jiwa dengan 65,74 persen berada pada usia kerja 15–59 tahun.
Selain itu, data Databoks Katadata mencatat terdapat sekitar 971.480 penduduk usia kerja di Makassar pada 2024. Sementara proyeksi UN World Urbanization Prospects 2024 memperkirakan populasi kawasan aglomerasi Makassar akan mencapai sekitar 1,77 juta jiwa pada 2026.
Seiring bertambahnya usia produktif dan lansia, kebutuhan terhadap solusi penglihatan yang optimal menjadi semakin penting. Penglihatan yang nyaman tidak hanya berpengaruh pada aktivitas membaca, tetapi juga produktivitas kerja, penggunaan perangkat digital, komunikasi, dan mobilitas sehari-hari.
Secara global, presbiopia menjadi salah satu masalah kesehatan mata yang paling banyak ditemukan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sekitar 826 juta orang di dunia mengalami gangguan penglihatan dekat akibat presbiopia yang belum tertangani.
Sementara studi yang dipublikasikan dalam jurnal Ophthalmology memperkirakan jumlah penderita presbiopia mencapai 1,8 miliar orang pada 2015 dan berpotensi meningkat menjadi sekitar 2,1 miliar orang pada 2030.