Mamminasata Menuju Smart City, Sulsel Fokus Benahi Transportasi dan Layanan Digital
Tim SINDOmakassar
Rabu, 10 Juni 2026 - 15:29 WIB
Focus Group Discussion (FGD) Pendampingan Smart City Metropolitan Mamminasata yang digelar di Ruang Command Center Kantor Gubernur Sulsel, Rabu, (10/06/2026). Foto: Istimewa
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya mendorong transformasi digital melalui pengembangan konsep Smart City, di kawasan Metropolitan Mamminasata guna meningkatkan kualitas layanan publik dan konektivitas antarwilayah.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Pendampingan Smart City Metropolitan Mamminasata yang digelar di Ruang Command Center Kantor Gubernur Sulsel, Rabu, (10/06/2026), untuk memperkuat integrasi layanan berbasis teknologi di kawasan metropolitan Sulawesi Selatan.
Kawasan Mamminasata meliputi Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Takalar. Kawasan ini merupakan metropolitan terbesar di Indonesia Timur sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi dengan mobilitas masyarakat yang tinggi di Sulawesi Selatan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar, kepadatan penduduk Makassar mencapai 8.388 jiwa per kilometer persegi pada 2023, tertinggi di Sulawesi Selatan. Selain itu, dominasi sektor jasa yang mencapai 78,7 persen tenaga kerja di Makassar juga memperkuat kebutuhan layanan publik dan transportasi yang lebih efisien, cepat, dan terintegrasi di kawasan metropolitan.
Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfo SP) Sulawesi Selatan, Sultan Rakib, mengatakan perkembangan kawasan metropolitan tidak dapat dilepaskan dari berbagai tantangan perkotaan, terutama kemacetan lalu lintas yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi.
Menurut Sultan Rakib, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi terus mendorong konsep smart mobility, salah satunya melalui layanan transportasi publik Trans Andalan Sulsel yang terintegrasi dengan sistem digital.
"Kemacetan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan kota metropolitan saat ini. Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus menghadirkan solusi melalui konsep smart mobility, salah satunya lewat layanan Trans Andalan Sulsel yang dapat diakses melalui aplikasi digital," ujar Sultan Rakib.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Pendampingan Smart City Metropolitan Mamminasata yang digelar di Ruang Command Center Kantor Gubernur Sulsel, Rabu, (10/06/2026), untuk memperkuat integrasi layanan berbasis teknologi di kawasan metropolitan Sulawesi Selatan.
Kawasan Mamminasata meliputi Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Takalar. Kawasan ini merupakan metropolitan terbesar di Indonesia Timur sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi dengan mobilitas masyarakat yang tinggi di Sulawesi Selatan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar, kepadatan penduduk Makassar mencapai 8.388 jiwa per kilometer persegi pada 2023, tertinggi di Sulawesi Selatan. Selain itu, dominasi sektor jasa yang mencapai 78,7 persen tenaga kerja di Makassar juga memperkuat kebutuhan layanan publik dan transportasi yang lebih efisien, cepat, dan terintegrasi di kawasan metropolitan.
Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfo SP) Sulawesi Selatan, Sultan Rakib, mengatakan perkembangan kawasan metropolitan tidak dapat dilepaskan dari berbagai tantangan perkotaan, terutama kemacetan lalu lintas yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi.
Menurut Sultan Rakib, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi terus mendorong konsep smart mobility, salah satunya melalui layanan transportasi publik Trans Andalan Sulsel yang terintegrasi dengan sistem digital.
"Kemacetan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan kota metropolitan saat ini. Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus menghadirkan solusi melalui konsep smart mobility, salah satunya lewat layanan Trans Andalan Sulsel yang dapat diakses melalui aplikasi digital," ujar Sultan Rakib.