home news

Hapus Tato Gratis Hadir di Sulbar, Sasar Warga Binaan Lapas Polman

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:34 WIB
Program Hapus Tato Gratis kembali hadir di Sulawesi Barat bekerjasama dengan Yayasan MAHTAN. Foto: Istimewa

Program Hapus Tato Gratis kembali hadir di Sulawesi Barat. Kegiatan ini digagas oleh Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Irfan Pahri Putra, bekerja sama dengan Samaki Selalu Community, Lapas Kelas IIB Polewali, serta Yayasan Masyarakat Hijrah Tanpa Nama (MAHTAN).

Kegiatan tersebut rencananya akan dilaksanakan di Lapas Kelas IIB Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), pada Minggu, 14 Juni 2026, dan dikhususkan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Irfan Pahri Putra selaku panitia pelaksana mengatakan, program hapus tato gratis ini diharapkan dapat menjadi jalan bagi warga binaan yang ingin berhijrah dan memperbaiki diri.

Menurutnya, masih banyak warga binaan yang merasa tato menjadi penghalang dalam menjalani kehidupan yang lebih baik, baik dalam beribadah maupun saat mencari pekerjaan setelah bebas nanti.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap warga binaan yang ingin berhijrah mendapatkan solusi. Banyak yang ingin lebih fokus beribadah, ingin bekerja secara halal, tetapi masih merasa terbebani dengan keberadaan tato di tubuh mereka. Semoga setelah keluar dari lapas, mereka bukan hanya bebas secara hukum, tetapi juga benar-benar menjadi pribadi baru yang diterima masyarakat dan bermanfaat bagi banyak orang,” ujar Irfan.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Polewali, Sudarno, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Irfan Pahri Putra, Samaki Selalu Community, serta Yayasan Masyarakat Hijrah Tanpa Nama (MAHTAN) atas kepedulian dan kontribusinya kepada warga binaan kami. Program hapus tato gratis ini sangat membantu dan memiliki arti besar bagi WBP yang ingin berhijrah dan memperbaiki diri,” kata Sudarno.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi motivasi bagi warga binaan untuk meninggalkan masa lalu, meningkatkan kualitas ibadah, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik dan produktif saat kembali ke tengah masyarakat.

Senada dengan itu, Pembina Yayasan MAHTAN, dr. Muh Ihsan Kitta mengapresiasi pelaksanaan program hapus tato di dalam lingkungan Lapas Polman. Menurutnya, banyak warga binaan yang memiliki tato sehingga program ini sangat membantu mereka yang ingin memulai lembaran baru dalam hidupnya.

“Semoga kegiatan perdana yang dilaksanakan di Lapas Polman ini dapat terus berlanjut. Proses penghapusan tato tidak bisa dilakukan dalam satu kali tindakan hingga langsung hilang seluruhnya. Dibutuhkan beberapa tahapan dan proses yang berkelanjutan agar hasilnya maksimal,” ungkap dr. Ihsan.

Melalui kolaborasi berbagai pihak tersebut, program hapus tato gratis diharapkan menjadi bagian dari upaya pembinaan warga binaan agar lebih siap kembali ke masyarakat dengan semangat perubahan dan kehidupan yang lebih baik.

(umi)
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya