Penguatan Peran Masjid untuk Ciptakan Gerakan Moral dan Sosial Masyarakat
Tim SINDOmakassar
Minggu, 14 Juni 2026 - 13:11 WIB
Wakil Rektor IV Universitas Muslim Indonesia (UMI) sekaligus Ketua Umum DPP IMMIM, Dr KH Muhammad Ishaq Samad jadi pembicara di Seminar Nasional bertema “Masjid Harmoni, Religious Diplomacy and Global
Peran masjid diharapkan tidak hanya berperan sebagai tempat ibadah keagamaan, tapi juga memiliki peran untuk menciptakan gerakan moral dan sosial agar tercipta perdamaian dan toleransi di tengah masyarakat.
Hal ini menjadi fokus Wakil Rektor IV Universitas Muslim Indonesia (UMI) sekaligus Ketua Umum DPP IMMIM, Dr KH Muhammad Ishaq Samad, yang mewakili Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI Prof Mansyur Ramly, tampil sebagai salah satu narasumber pada Seminar Nasional bertema “Masjid Harmoni, Religious Diplomacy and Global Peace” yang diselenggarakan di Masjid Al-Markaz Al-Islami, Ahad (14/6/2026).
Seminar nasional tersebut dihadiri oleh lebih dari 500 peserta yang berasal dari kalangan ulama, pengurus masjid, tokoh agama, akademisi, penyuluh agama Kemenag, serta berbagai elemen masyarakat yang memiliki perhatian terhadap penguatan peran masjid dalam membangun perdamaian dan harmoni sosial di tingkat lokal maupun global.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional, diantaranya Prof Abu Rokhmad yang memberikan pemaparan mengenai peran strategis masjid dalam memperkuat moderasi beragama dan menjaga persatuan bangsa.
Hadir pula Prof Irfan Idris dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme yang membahas kontribusi masjid dalam pencegahan paham ekstremisme dan penguatan ketahanan masyarakat.
Selain itu, seminar juga menghadirkan perwakilan pimpinan Badan Amil Zakat Nasional yang membidangi pemberdayaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), serta Direktur Penyuluh Agama Kementerian Agama Republik Indonesia yang menyoroti pentingnya penguatan fungsi edukasi dan pemberdayaan umat melalui masjid.
Dalam paparannya, Dr Muhammad Ishaq Samad menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat peradaban yang mampu membangun harmoni sosial, memperkuat persaudaraan kemanusiaan, dan menjadi instrumen diplomasi keagamaan di tengah masyarakat global yang semakin kompleks.
Hal ini menjadi fokus Wakil Rektor IV Universitas Muslim Indonesia (UMI) sekaligus Ketua Umum DPP IMMIM, Dr KH Muhammad Ishaq Samad, yang mewakili Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI Prof Mansyur Ramly, tampil sebagai salah satu narasumber pada Seminar Nasional bertema “Masjid Harmoni, Religious Diplomacy and Global Peace” yang diselenggarakan di Masjid Al-Markaz Al-Islami, Ahad (14/6/2026).
Seminar nasional tersebut dihadiri oleh lebih dari 500 peserta yang berasal dari kalangan ulama, pengurus masjid, tokoh agama, akademisi, penyuluh agama Kemenag, serta berbagai elemen masyarakat yang memiliki perhatian terhadap penguatan peran masjid dalam membangun perdamaian dan harmoni sosial di tingkat lokal maupun global.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional, diantaranya Prof Abu Rokhmad yang memberikan pemaparan mengenai peran strategis masjid dalam memperkuat moderasi beragama dan menjaga persatuan bangsa.
Hadir pula Prof Irfan Idris dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme yang membahas kontribusi masjid dalam pencegahan paham ekstremisme dan penguatan ketahanan masyarakat.
Selain itu, seminar juga menghadirkan perwakilan pimpinan Badan Amil Zakat Nasional yang membidangi pemberdayaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), serta Direktur Penyuluh Agama Kementerian Agama Republik Indonesia yang menyoroti pentingnya penguatan fungsi edukasi dan pemberdayaan umat melalui masjid.
Dalam paparannya, Dr Muhammad Ishaq Samad menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat peradaban yang mampu membangun harmoni sosial, memperkuat persaudaraan kemanusiaan, dan menjadi instrumen diplomasi keagamaan di tengah masyarakat global yang semakin kompleks.