Pemprov Sulsel dan BI Perkuat Koordinasi Jaga Stabilitas Ekonomi di Tengah Tekanan Global
Tim SINDOmakassar
Kamis, 18 Juni 2026 - 08:00 WIB
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman. Foto: Istimewa
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Bank Indonesia (BI) memperkuat koordinasi dan sinergi untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah meningkatnya ketidakpastian global yang berdampak pada pergerakan nilai tukar, inflasi, hingga arus modal internasional.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Pertemuan Silaturahmi Tengah Tahun 2026 bertema “Memperkuat Sinergi, Menjaga Stabilitas” yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan di Makassar, Rabu, 17 Juni 2026.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, mengatakan kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, sektor perbankan, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi modal penting dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika ekonomi global yang terus berkembang.
Menurutnya, stabilitas ekonomi bukan hanya tercermin dari indikator makro, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat melalui ketersediaan kebutuhan pokok, keterjangkauan harga, dan keberlangsungan aktivitas ekonomi.
"Pergerakan nilai tukar rupiah sangat dinamis dan dapat berubah dengan cepat. Karena itu dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan agar ekonomi daerah tetap terjaga,” kata Jufri.
Ia menegaskan, salah satu aspek yang paling dirasakan masyarakat adalah terjaganya pasokan dan distribusi barang kebutuhan pokok.
“Yang penting bagi masyarakat itu salah satunya apa yang dibutuhkan masih ada. Jadi pentingnya menjaga ketersediaan stok,” ujarnya.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Pertemuan Silaturahmi Tengah Tahun 2026 bertema “Memperkuat Sinergi, Menjaga Stabilitas” yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan di Makassar, Rabu, 17 Juni 2026.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, mengatakan kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, sektor perbankan, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi modal penting dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika ekonomi global yang terus berkembang.
Menurutnya, stabilitas ekonomi bukan hanya tercermin dari indikator makro, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat melalui ketersediaan kebutuhan pokok, keterjangkauan harga, dan keberlangsungan aktivitas ekonomi.
"Pergerakan nilai tukar rupiah sangat dinamis dan dapat berubah dengan cepat. Karena itu dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan agar ekonomi daerah tetap terjaga,” kata Jufri.
Ia menegaskan, salah satu aspek yang paling dirasakan masyarakat adalah terjaganya pasokan dan distribusi barang kebutuhan pokok.
“Yang penting bagi masyarakat itu salah satunya apa yang dibutuhkan masih ada. Jadi pentingnya menjaga ketersediaan stok,” ujarnya.