AIA Aklamasi Pimpin HNSI Sulsel, Fokus Perlindungan - Kesejahteraan Nelayan
Tri Yari Kurniawan
Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:47 WIB
Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sulawesi Selatan periode 2026-2031. Foto/Tri Yari Kurniawan
Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sulawesi Selatan periode 2026-2031. Hal itu ditetapkan dalam Musyawarah Daerah (Musda) HNSI Sulsel di Hotel Claro Makassar, 20-21 Juni 2026.
Musda yang mengusung tema “HNSI Sulsel Solid Bergerak dan Berdampak” itu berlangsung cepat dan penuh kebersamaan. Seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HNSI kabupaten/kota se-Sulsel memberikan mandat kepada AIA untuk memimpin organisasi nelayan terbesar di daerah tersebut selama lima tahun ke depan.
Usai terpilih, AIA menegaskan komitmennya untuk menjadikan perlindungan dan peningkatan kesejahteraan nelayan sebagai prioritas utama kepengurusannya.
“Kami mengucapkan syukur atas terlaksananya Musda ini. Terima kasih kepada seluruh DPC yang telah memberikan mandat. Mari berkolaborasi bagaimana mensejahterakan nelayan, khususnya di Sulawesi Selatan,” kata AIA.
Menurutnya, Sulawesi Selatan memiliki potensi maritim yang sangat besar. Dari 24 kabupaten/kota di Sulsel, hanya empat daerah yang tidak bersinggungan langsung dengan wilayah laut. Selain itu, terdapat sekitar 500 ribu nelayan, termasuk lebih dari 200 ribu pembudidaya perikanan yang menggantungkan hidup dari sektor kelautan dan perikanan.
Meski demikian, AIA mengakui masih banyak nelayan yang hidup dalam keterbatasan ekonomi. Bahkan, sekitar 28 ribu nelayan masih masuk kategori miskin hingga miskin ekstrem.
“Kehadiran HNSI harus mampu mendorong kesejahteraan nelayan. Kita ingin membantu mereka mendapatkan akses bantuan yang lebih mudah, sekaligus memberikan kepastian hukum dalam menjalankan aktivitas melaut,” ujarnya.
Musda yang mengusung tema “HNSI Sulsel Solid Bergerak dan Berdampak” itu berlangsung cepat dan penuh kebersamaan. Seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HNSI kabupaten/kota se-Sulsel memberikan mandat kepada AIA untuk memimpin organisasi nelayan terbesar di daerah tersebut selama lima tahun ke depan.
Usai terpilih, AIA menegaskan komitmennya untuk menjadikan perlindungan dan peningkatan kesejahteraan nelayan sebagai prioritas utama kepengurusannya.
“Kami mengucapkan syukur atas terlaksananya Musda ini. Terima kasih kepada seluruh DPC yang telah memberikan mandat. Mari berkolaborasi bagaimana mensejahterakan nelayan, khususnya di Sulawesi Selatan,” kata AIA.
Menurutnya, Sulawesi Selatan memiliki potensi maritim yang sangat besar. Dari 24 kabupaten/kota di Sulsel, hanya empat daerah yang tidak bersinggungan langsung dengan wilayah laut. Selain itu, terdapat sekitar 500 ribu nelayan, termasuk lebih dari 200 ribu pembudidaya perikanan yang menggantungkan hidup dari sektor kelautan dan perikanan.
Meski demikian, AIA mengakui masih banyak nelayan yang hidup dalam keterbatasan ekonomi. Bahkan, sekitar 28 ribu nelayan masih masuk kategori miskin hingga miskin ekstrem.
“Kehadiran HNSI harus mampu mendorong kesejahteraan nelayan. Kita ingin membantu mereka mendapatkan akses bantuan yang lebih mudah, sekaligus memberikan kepastian hukum dalam menjalankan aktivitas melaut,” ujarnya.