home news

PLN UIP Sulawesi Perkuat Kesiapsiagaan Lewat Simulasi Tanggap Darurat

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:51 WIB
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mengadakan simulasi tanggap darurat di lingkungan Kantor Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sulawesi Selatan. Foto/IST
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mengadakan simulasi tanggap darurat di lingkungan Kantor Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sulawesi Selatan. Kegiatan ini digelar sebagai upaya memperkuat budaya keselamatan kerja sekaligus meningkatkan kesiapan pegawai dan satuan pengamanan dalam menghadapi potensi keadaan darurat di tempat kerja.

Simulasi tersebut melibatkan pegawai serta personel keamanan dengan menghadirkan berbagai skenario, di antaranya evakuasi saat terjadi gempa bumi, pemberian pertolongan pertama (P3K), penanganan kebakaran menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga simulasi menghadapi situasi huru-hara dan ancaman teror bom.

Melalui rangkaian latihan ini, peserta dibekali keterampilan praktis agar dapat merespons kondisi darurat secara cepat, tepat, dan aman.

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan nilai utama yang harus menjadi bagian dari budaya seluruh pegawai PLN.

“Keselamatan bukan hanya tanggung jawab unit tertentu atau petugas khusus, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Melalui simulasi ini, kami ingin memastikan setiap personel memahami peran dan tindakan yang harus dilakukan saat menghadapi kondisi darurat. Kesiapan dan ketepatan respons sangat penting untuk meminimalkan risiko serta melindungi keselamatan jiwa,” ujarnya.

Sementara itu, Team Leader K3L dan Keamanan UPP Sulawesi Selatan, Farani Andaz, menyampaikan bahwa pelaksanaan simulasi secara rutin menjadi langkah penting dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi risiko yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Harapannya, setelah mengikuti simulasi ini setiap peserta memahami prosedur penanganan keadaan darurat, mulai dari jalur evakuasi, pihak yang harus dihubungi, hingga langkah awal yang perlu dilakukan. Pemahaman tersebut menjadi kunci agar penanganan dapat berjalan efektif dan terkoordinasi,” jelasnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya