PT Vale Siapkan SDM Lokal Terampil Lewat Pelatihan & Sertifikasi Operator Alat Berat
Tri Yari Kurniawan
Rabu, 24 Juni 2026 - 16:18 WIB
PT Vale Indonesia Tbk terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal melalui Program Pelatihan Vokasi dan Sertifikasi Operator Alat Berat. Foto/Istimewa
PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal melalui Program Pelatihan Vokasi dan Sertifikasi Operator Alat Berat. Sebanyak 35 peserta dari wilayah pemberdayaan perusahaan di Blok Sorowako, yakni Kecamatan Nuha, Towuti, Wasuponda, dan Malili, mengikuti program yang bertujuan mencetak tenaga kerja terampil dan tersertifikasi sesuai kebutuhan industri.
Pembukaan pelatihan berlangsung di Hotel Duta Inn, Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, pada Rabu (24/6/2026). Selanjutnya, para peserta akan menjalani pelatihan intensif selama satu bulan di Palopo Skill Centre dengan materi utama pengoperasian alat berat jenis excavator dan dump truck.
Usai menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan, peserta yang dinyatakan kompeten akan mengikuti uji sertifikasi yang diterbitkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikat tersebut menjadi pengakuan resmi atas kemampuan dan kompetensi yang dimiliki peserta.
Head of External Relations Sorowako & Outer Area PT Vale Indonesia, Yusri Yunus, mengatakan program ini merupakan upaya perusahaan untuk memperluas akses masyarakat lokal terhadap peluang kerja yang mensyaratkan keterampilan teknis dan sertifikasi profesi.
Menurutnya, pelatihan berbasis kompetensi tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan mengoperasikan alat berat, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai standar keselamatan dan kesehatan kerja yang berlaku di industri.
“Kami meyakini peningkatan kompetensi masyarakat lokal merupakan investasi jangka panjang yang memberikan manfaat bagi individu, komunitas, maupun daerah. Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, kami ingin memperkuat kapasitas tenaga kerja lokal agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri sehingga lebih siap dan memiliki peluang lebih besar untuk terserap di dunia kerja. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan masyarakat di wilayah pemberdayaan,” ujar Yusri.
Salah seorang peserta asal Wasuponda yang mengikuti pelatihan operator excavator, Nur Fadilah, mengaku antusias mengikuti program tersebut. Ia menilai keterampilan operator alat berat dapat menjadi nilai tambah untuk memperluas peluang kerja di masa depan.
Pembukaan pelatihan berlangsung di Hotel Duta Inn, Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, pada Rabu (24/6/2026). Selanjutnya, para peserta akan menjalani pelatihan intensif selama satu bulan di Palopo Skill Centre dengan materi utama pengoperasian alat berat jenis excavator dan dump truck.
Usai menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan, peserta yang dinyatakan kompeten akan mengikuti uji sertifikasi yang diterbitkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikat tersebut menjadi pengakuan resmi atas kemampuan dan kompetensi yang dimiliki peserta.
Head of External Relations Sorowako & Outer Area PT Vale Indonesia, Yusri Yunus, mengatakan program ini merupakan upaya perusahaan untuk memperluas akses masyarakat lokal terhadap peluang kerja yang mensyaratkan keterampilan teknis dan sertifikasi profesi.
Menurutnya, pelatihan berbasis kompetensi tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan mengoperasikan alat berat, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai standar keselamatan dan kesehatan kerja yang berlaku di industri.
“Kami meyakini peningkatan kompetensi masyarakat lokal merupakan investasi jangka panjang yang memberikan manfaat bagi individu, komunitas, maupun daerah. Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, kami ingin memperkuat kapasitas tenaga kerja lokal agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri sehingga lebih siap dan memiliki peluang lebih besar untuk terserap di dunia kerja. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan masyarakat di wilayah pemberdayaan,” ujar Yusri.
Salah seorang peserta asal Wasuponda yang mengikuti pelatihan operator excavator, Nur Fadilah, mengaku antusias mengikuti program tersebut. Ia menilai keterampilan operator alat berat dapat menjadi nilai tambah untuk memperluas peluang kerja di masa depan.