home news

Edukasi Safety Riding Sasar Kecamatan dengan Angka Kecelakaan Tinggi

Jum'at, 26 Juni 2026 - 11:03 WIB
Asmo Sulsel terus membangun budaya keselamatan berkendara melalui program edukasi safety riding di tiga kecamatan dengan angka kecelakaan lalu lintas tertinggi di Kota Makassar. Foto/IST
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) kembali memperkuat komitmennya dalam membangun budaya keselamatan berkendara melalui program edukasi safety riding di tiga kecamatan dengan angka kecelakaan lalu lintas tertinggi di Kota Makassar, yakni Biringkanaya, Manggala, dan Makassar. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Go Safe-T (Government Officer Engagement Safety Transportation) yang digagas Jasa Raharja sebagai upaya bersama menekan angka kecelakaan di jalan raya.

Program ini melibatkan berbagai instansi, di antaranya Jasa Raharja, Astra Motor Sulawesi Selatan selaku main dealer sepeda motor Honda, Polda Sulawesi Selatan, dan Dinas Kesehatan. Selain mendapatkan edukasi mengenai keselamatan berkendara, peserta juga dibekali materi tentang etika berlalu lintas oleh Polda Sulsel serta penanganan korban kecelakaan. Dinas Kesehatan turut memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap, dimulai di Kecamatan Biringkanaya pada 22 Juni 2026, dilanjutkan di Kecamatan Manggala pada 23 Juni 2026, dan berakhir di Kecamatan Makassar pada 25 Juni 2026. Setiap sesi diikuti sekitar 50 hingga 60 aparatur pemerintah tingkat kecamatan yang diharapkan mampu menjadi pelopor dalam menyebarkan budaya tertib dan aman berlalu lintas kepada masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, instruktur safety riding Astra Motor Sulawesi Selatan, Wanny, menyampaikan pentingnya menerapkan budaya #Cari_Aman dalam setiap perjalanan. Ia mengingatkan peserta untuk selalu menggunakan perlengkapan berkendara sesuai standar, seperti helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu, serta menjaga posisi berkendara yang benar demi kenyamanan dan keselamatan.

Menurut Wanny, faktor keselamatan tidak hanya bergantung pada kondisi kendaraan, tetapi juga kesiapan pengendaranya. Karena itu, setiap pengendara perlu memastikan kondisi fisik tetap prima, menjaga konsentrasi, serta menghindari aktivitas yang dapat mengganggu fokus selama berkendara.

"Keselamatan berkendara dimulai sebelum kendaraan dijalankan. Pengendara perlu memastikan kondisi fisik dalam keadaan sehat, menggunakan perlengkapan berkendara yang sesuai standar, serta menjaga fokus selama perjalanan. Selain itu, postur berkendara yang benar juga menjadi faktor penting untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus mengurangi risiko ketika menghadapi situasi darurat di jalan," ujar Wanny.

Sementara itu, Region Head Astra Motor Sulawesi Selatan, Jeffry Mei Gamastra, menegaskan bahwa keberhasilan menekan angka kecelakaan lalu lintas membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya