Nursery IGP Pomalaa, Simbol Komitmen Keberlanjutan PT Vale
Tri Yari Kurniawan
Kamis, 05 Maret 2026 - 16:23 WIB
Nursery IGP Pomalaa diresmikan bersama proyek revitalisasi Pasar Sentral Mekongga dalam momentum Hari Jadi ke-66 Kolaka pada Februari 2026. Foto/Istimewa
Di tengah pengembangan Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, PT Vale Indonesia menghadirkan salah satu fasilitas pendukung yang menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan lingkungan, yakni Nursery IGP Pomalaa. Fasilitas pembibitan modern ini dirancang untuk mendukung program reklamasi dan rehabilitasi lahan sekaligus menjadi pusat konservasi dan edukasi lingkungan bagi masyarakat.
Sekadar diketahui, Nursery IGP Pomalaa diresmikan bersama proyek revitalisasi Pasar Sentral Mekongga dalam momentum Hari Jadi ke-66 Kolaka pada Februari 2026. Dua capaian itu bukan sekadar peresmian infrastruktur, melainkan simbol kolaborasi nyata antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam memperkuat fondasi ekonomi rakyat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Berlokasi di Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, nursery seluas 5 hektare ini terintegrasi dengan kawasan Kebun Raya Kolaka yang memiliki total luas 59 hektare. Keberadaannya menjadi bagian dari komitmen PT Vale dalam menerapkan praktik pertambangan berkelanjutan dengan menghadirkan fasilitas pendukung berstandar modern di kawasan operasional Pomalaa.
Nursery IGP Pomalaa memiliki kapasitas produksi hingga 1 juta bibit setiap tahun. Beragam jenis tanaman dibudidayakan di fasilitas ini, mulai dari tanaman cepat tumbuh untuk kebutuhan reklamasi, flora endemik Sulawesi Tenggara, tanaman buah, hingga berbagai jenis tanaman hias. Kapasitas tersebut menjadikan nursery ini sebagai salah satu fasilitas pembibitan strategis yang berperan dalam mendukung upaya pemulihan ekosistem dan pelestarian keanekaragaman hayati.
Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, mengatakan pembangunan nursery merupakan bagian penting dari komitmen perusahaan dalam memastikan keberlanjutan lingkungan berjalan seiring dengan pengembangan industri.
“Pembangunan pusat pembibitan ini merupakan simbol keseriusan kami dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dan pelestarian lingkungan. Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah pembangunan membawa manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang,” kata Bernardus.
Bagi PT Vale, pembangunan nursery bukan sekadar pelengkap operasional proyek. Fasilitas ini menjadi bagian dari pendekatan jangka panjang perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas industri dan pelestarian lingkungan. Setiap bibit yang diproduksi dipersiapkan untuk mendukung program revegetasi, memperkuat kawasan hijau, serta menjaga keberlangsungan ekosistem di sekitar wilayah operasi.
Sekadar diketahui, Nursery IGP Pomalaa diresmikan bersama proyek revitalisasi Pasar Sentral Mekongga dalam momentum Hari Jadi ke-66 Kolaka pada Februari 2026. Dua capaian itu bukan sekadar peresmian infrastruktur, melainkan simbol kolaborasi nyata antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam memperkuat fondasi ekonomi rakyat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Berlokasi di Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, nursery seluas 5 hektare ini terintegrasi dengan kawasan Kebun Raya Kolaka yang memiliki total luas 59 hektare. Keberadaannya menjadi bagian dari komitmen PT Vale dalam menerapkan praktik pertambangan berkelanjutan dengan menghadirkan fasilitas pendukung berstandar modern di kawasan operasional Pomalaa.
Nursery IGP Pomalaa memiliki kapasitas produksi hingga 1 juta bibit setiap tahun. Beragam jenis tanaman dibudidayakan di fasilitas ini, mulai dari tanaman cepat tumbuh untuk kebutuhan reklamasi, flora endemik Sulawesi Tenggara, tanaman buah, hingga berbagai jenis tanaman hias. Kapasitas tersebut menjadikan nursery ini sebagai salah satu fasilitas pembibitan strategis yang berperan dalam mendukung upaya pemulihan ekosistem dan pelestarian keanekaragaman hayati.
Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, mengatakan pembangunan nursery merupakan bagian penting dari komitmen perusahaan dalam memastikan keberlanjutan lingkungan berjalan seiring dengan pengembangan industri.
“Pembangunan pusat pembibitan ini merupakan simbol keseriusan kami dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dan pelestarian lingkungan. Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah pembangunan membawa manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang,” kata Bernardus.
Bagi PT Vale, pembangunan nursery bukan sekadar pelengkap operasional proyek. Fasilitas ini menjadi bagian dari pendekatan jangka panjang perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas industri dan pelestarian lingkungan. Setiap bibit yang diproduksi dipersiapkan untuk mendukung program revegetasi, memperkuat kawasan hijau, serta menjaga keberlangsungan ekosistem di sekitar wilayah operasi.